SuaraBatam.id - Para relawan medis dan non medis di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang, Batam, Kepulauan Riau, mengeluhkan terhentinya insentif makan oleh Pemerintah Pusat.
Pihak relawan menyebutkan belum menerima insentif selama 9 bulan.
"Insentif makan kami tersendat sejak awal bulan Januari 2022. Dan ini sudah masuk ke bulan September. Berarti ini sudah masuk bulan ke sembilan," ungkap Alhamzah salah satu relawan medis yang ditemui di RSKI Galang, Jumat (9/9/2022).
Tenaga medis yang berasal dari Palembang ini, menuturkan sejak bergabung pada April 2020 lalu, peristiwa ini merupakan yang pertama kalinya terjadi di RSKI Galang.
Baca Juga:Empat PMI Ilegal dari Malaysia Datang ke Batam tanpa Paspor Diamankan Polisi
Setiap bulannya, untuk insentif makan relawan akan menerima Rp2,5 hingga Rp3 juta.
Alhamzah mengatakan, mereka kurang lebih sudah tiga kali mengadakan rapat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat, tapi tak membuahkan hasil.
"Sebelumnya, pihak BNPB bilang belum ada pengajuan. Padahal mereka (RSKI) sudah sejak lama melakukan pengajuan," lanjutnya.
Kemudian di Juli 2022 lalu, relawan kembali mengadakan rapat bersama BNPB pusat dan Markas Besar (Mabes) TNI membahas terkait tunjangan makan tersebut.
"Mereka di rapat itu janji akan menyelesaikannya dalam waktu dua minggu. Tapi ini sudah dua bulan belum ada juga penyelesainnya," kata dia.
Baca Juga:Baru Dua Bulan Diresmikan, Plafon Masjid Tanjak Batam yang Telan Biaya Rp39,9 Miliar Roboh
Al menambahkan, di RSKI Galang terdapat 145 relawan yang terdiri dari relawan medis dan non medis.
Pihak relawan juga meyakini, anggaran terkait tunjangan makan mereka telah disiapkan oleh pemerintah pusat, namun tak tersalurkan dengan baik.
"Harapan dari kami ini agar Presiden tahu. Mungkin pemerintah sudah menyalurkan danannya di atas, namun belum sampai ke bawah-bawahnya," tutupnya.
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait