alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tolak Podcast Bersama Jozeph Paul, Eko Kuntadhi Sebut Mirip Yahya Waloni

M Nurhadi Kamis, 22 April 2021 | 20:33 WIB

Tolak Podcast Bersama Jozeph Paul, Eko Kuntadhi Sebut Mirip Yahya Waloni
Tangkapan layar Jozeph Paul Zhang saat live streaming di kanal YouTube Hugios Europe.[YouTube/Hugios Europe]

"Joseph minta podcats bareng gue. Gue ogah. Sama aja gue ngasih ruang buat orang sekelas Waloni, Somad atau Irene Handoyo," kata Eko.

SuaraBatam.id - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi mengaku pernah menolak ajakan Jozeph Paul Zhang untuk membuat Podcast bersama. Alasan penolakan tersebut karena dia tidak ingin memberi ruang kepada orang-orang seperti Paul Zhang, Yahya Waloni, Ustaz Abdul Somad (UAS), dan Irene Handoyo.

Menurutnya. pria yang saat ini resmi menjadi tersangka penistaan agama dan ujaran kebencian itu tidak jauh berbeda dengan Yahya Waloni atau Irene Handoyo.

"Joseph minta podcats bareng gue. Gue ogah. Sama aja gue ngasih ruang buat orang sekelas Waloni, Somad atau Irene Handoyo," kata Eko melalui akun Twitter-nya pada Kamis (22/4/2021).

"Bagi gue Joseph gak ada bedanya sama mereka. Cuma beda agama doang," sambungnya.

Baca Juga: Keluarga Jozeph Paul Zhang Terancam Diserang Teroris, Buntut Hina Islam

Seperti yang sudah banyak diketahui, Jozeph Paul Zhang dianggap mengganggu banyak pihak karena pernyataannya yang mengaku sebagai Nabi ke-26 yang ingin meluruskan kesesatan Nabi ke-25.

Sementara, Yahya Waloni dan Irene Handoyo merupakan mualaf yang dinilai kerap menghina ajaran agama Kristen. Keputusan Eko Kuntadhi menolak ajakan Podcast Paul Zhang pun nampak didukung oleh netizen.

"Sependapat. Gak penting banget. mereka-mereka ini cuma cari sensasi dengan menggunakan agama sebagai cara untukk panjat sosial. Mereka orang-orang yang sangat menjijikan. Gak lebih seperti kecoa, yang hidup sehat di tempat kotor," kata SpiritAlam.

"Mereka hanya manusia-manusia yang haus akan sensasi, penggaduh untuk merusuh," komentar KinandLarati.

"Benar sekali, jangan beri ruang orang-orang seperti mereka. Bebas nengeluarkan pendapat dengan cara sopan tanpa mengurangi kehormatan suatu kaum," kata Mariadhyana.

Baca Juga: Teroris Bisa Beraksi dengan Alasan Jozeph Paul Zhang Hina Nabi Muhammad

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait