Hal ini terlihat dari partisipasi tidak hanya warga Tionghoa tetapi juga mayoritas umat Muslim yang menyaksikan acara tahunan tersebut.
Sepanjang rute lomba, ribuan penonton dengan antusias mendukung tim favorit mereka dari atas pompong (kapal kayu) atau dari rumah-rumah di pesisir.
"Ini pemandangan yang sangat indah dan menarik, menunjukkan tingkat toleransi beragama yang tinggi di Kepri," kata Ansar.
Baca Juga:Ribuan Warga Batam Padati Dataran Engku Putri, Salat Idul Adha Tumpah Ruah