Suka Cita Perayaan Imlek di Batam Saat Pandemi, Masih Berkirim Jeruk dan Kumpul Keluarga

Nagoya Bumi Indah, sebagai kawasan di Batam yang biasanya ramai dengan pernak-pernik Tionghoa tiap tahunnya juga tampak biasa saja.

Eliza Gusmeri
Selasa, 01 Februari 2022 | 07:15 WIB
Suka Cita Perayaan Imlek di Batam Saat Pandemi, Masih Berkirim Jeruk dan Kumpul Keluarga
Penjual jeruk imlek di kawasan Nagoya Bumi Indah saat ini kembali merasakan banjir orderan di tengah pandemi (partahi/suara.com)

Tiba di Batam pada tahun 1984, Lik Khai menggambarkan suasana perayaan Imlek di Batam yang jauh dari kata sangat meriah.

"Setiap tahun, kita orang Tionghoa harus balik ke kampung halaman dan merayakan di sana. Di sini itu gak ada apa-apa. Tambah lagi di tahun itu Batam memang masih sepi kan," tuturnya.

Mulai meriahnya perayaan Imlek di Batam, baru dirasakan sekitar tahun 1998 disaat Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI.

Dari sana berbagai paguyuban baik etnis, maupun yang berasal dari marga Tionghoa, mulai melaksanakan perayaan yang difokuskan tepat di depan Hotel Sari Jaya, Nagoya Bumi Indah.

Baca Juga:Mengkhawatirkan! Kasus Covid-19 di Batam Meningkat Tajam pada Januari

Pada kesempatan itu, Lik Khai juga mengenang jasa Gus Dur yang meresmikan perayaan Imlek sebagai libur Nasional.

"Tapi mau bagaimana, karena pandemi. Kegiatan-kegiatan yang dulu dilakukan meriah, hingga ada kembang api terpaksa ditiadakan," ujarnya.

Lik Khai juga menekankan, pentingnya orang Tionghoa di Batam guna menahan diri, untuk berkumpul bersama dikarenakan pandemi Covid-19 yang saat ini menjadi penghalang.

Karena alasan itu, ia terpaksa membatalkan agenda kumpul bersama, yang sebelumnya sudah direncanakan dengan keluarganya.

"Nanti paling hanya kumpul bersama keluarga inti saja. Dengan sanak saudara yang lain, paling virtual saja. Saya sangat menjaga keluarga saya, agar tidak terpapar Covid lagi. Terutama ibu yang sudah sangat tua," lanjutnya.

Baca Juga:Imlek 2022, Tangkapan Ikan Dingkis 'si Pembawa Hoki' Berkurang di Batam

Pada perayaan Imlek setiap tahun, hal yang paling dirindukan oleh etnis Tionghoa diakuinya sama dengan yang dirasakan oleh pemeluk agama lain dalam merayakan hari besar.

Bersilaturahmi dan berkumpul, hingga bertukar hadiah antar anggota keluarga menjadi hal yang sangat dirindukan.

Imlek tahu ini dilambangkan dengan Macan sebagai simbol shio.

Macan dalam budaya Cina memiliki makna tersendiri.

Macan melambangkan karakteristik kekuatan besar, keberanian, dan pengusir kejahatan, dan juga bagian dari keberuntungan.


Jeruk Masih Laris Manis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini