Imigran Sudan Turut Rayakan Dirgahayu Indonesia: Semoga Terlepas Dari Covid-19

"Saya doakan Indonesia semakin jaya, dan dapat terlepas dari pandemi Covid-19," kata Alzobier yang pasih menggunakan bahasa Indonesia.

M Nurhadi
Senin, 16 Agustus 2021 | 18:53 WIB
Imigran Sudan Turut Rayakan Dirgahayu Indonesia: Semoga Terlepas Dari Covid-19
Imigran di Bintan (Antara)

SuaraBatam.id - Hari Kemerdekaan Indonesia turut dirayakan imigran yang berada di Bintan. Salah seorang imigran asal Sudan, Alzobier Pasha turut mendoakan kebaikan untuk Indonesia dan menyebut Indonesia patut menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dunia karena dapat menerima dan menghormari "pendatang".

"Saya doakan Indonesia semakin jaya, dan dapat terlepas dari pandemi Covid-19," kata Alzobier yang pasih menggunakan bahasa Indonesia.

Ia memang sudah tujuh tahun tinggal di Tanjungpinang dan Bintan. Ia berharap hak-hak dasar para pencari suaka yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Bintan dapat terpenuhi.

Ia dan rekan-rekannya terus berjuang untuk mendapatkan hak-hak dasarnya seperti bekerja mencari nafkah, mendapatkan ketrampilan dan pengetahuan, bersosialisasi dan berbaur dengan masyarakat sekitar.

Baca Juga:Sakit Hati Gegara "Dicuekin", Pria 40 Tahun Bacok Calon Istri Hingga Tewas

"Hak-hak kami semakin lama semakin hilang, sementara usia kami terus bertambah, menua. Kami seperti manusia tidak berguna jika seperti ini terus. Bantulah kami. Lihatlah kami seperti manusia lainnya, manusia ciptaan Allah, yang perlu dibantu," ucapnya.

Keinginan para imigran menuju negara ketiga yakni Australia, Amerika Serikat, dan Kanada, untuk mendapatkan hak-hak dasar sebagai manusia yang merdeka. Meski demikian, ia bersedia menjadi warga negara Indonesia seandainya hak-haknya sebagai manusia dipenuhi.

"Kenapa tidak? Kami hanya butuh hidup nyaman dan aman, dan bisa beraktivitas seperti warga lainnya," ujarnya.

Saat ini, sejak tinggal di Hotel Bhadra, Pulau Bintan, seluruh Imigran mendapatkan uang dari IOM sebesar Rp1.200.000/orang. Uang itu tentu tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan para imigran.

Untuk menutupi kebutuhan konsumsi, mereka harus berhemat sehingga dalam sebulan mencapai Rp900.000-Rp1.000.000. Sehari mereka hanya makan dua kali, dan sesekali sarapan.

Baca Juga:Emosi Telpon Tidak Diangkat, Duda Nekat Bacok Kepala Janda Hingga Tewas

Sisa uang Rp200.000-Rp300.000 untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti sabun, pakaian, dan transportasi, tidak mencukupi.

"Kami ingin bekerja. Di antara kami juga memiliki keahlian," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini