- Polda Kepri mengungkap kasus judol dengan menangkap dua tersangka di Batam.
- Dari keduanya, ada yang berperan sebagai penyelenggara dan menjadi pemain.
- Kasus judol tersebut bermula dari laporan warga yang masuk pada April 2026.
SuaraBatam.id - Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan dua tersangka kasus judi online (judol) berinisial RS dan TN di Batam. Keduanya ditangkap di Bengkong dan Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei menyatakan TN diduga sebagai penyelenggara, sedangkan RS sebagai pemain.
"TN kami kenakan Pasal 426 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 sebagai penyelenggara. RS kami kenakan Pasal 427 sebagai pemain," katanya dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com, Senin (4/5/2026).
Nona menyatakan bahwa kasus ini bermula dari laporan polisi yang masuk pada April 2026. Dari penyelidikan, ditemukan aktivitas judi online di dua tempat kejadian perkara.
Dirkrimum Polda Kepri, Ronni Bonic mengungkapkan jika laporan warga itu mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah rumah daerah Sambau.
"Pada 4 April 2026, tim melakukan penyelidikan dan mengamankan TN di lokasi. Dari penggeledahan, ditemukan sejumlah perangkat komputer untuk menjalankan permainan judi online," sebut Ronni.
Kedua tersangka juga dijerat Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang ITE tentang distribusi dan akses konten judi melalui sistem elektronik.
Polisi menyita 19 unit komputer dan tiga telepon genggam. TN mengelola puluhan ribu akun permainan, seperti "Joker King" dan "Big Fish", untuk menghasilkan chip secara otomatis maupun manual.
Chip itu dijual ke pemain lain, termasuk RS, lewat aplikasi pesan instan. Transaksi pakai dompet digital DANA dan OVO.
Harganya Rp5.000 hingga Rp15.000 per satu miliar chip. RS membeli chip untuk bermain. Jika menang, chip itu dijual lagi untuk mengambil untung.
"Dari praktik ini, kedua tersangka mendapat keuntungan finansial," terang Ronni.
Para tersangka terancam pidana minimal dua tahun dan maksimal sembilan tahun penjara, plus denda sesuai ketentuan yang berlaku.
Kedua tersangka ditahan di rumah tahanan Polda Kepri, sementara polisi masih mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV