- Sebanyak 77 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kepulauan Riau kembali beroperasi bertahap mulai pekan depan setelah dana operasional cair.
- Penghentian operasional sementara sempat terjadi di berbagai wilayah Kepulauan Riau akibat keterlambatan pencairan dana dari Badan Gizi Nasional.
- Pihak pengelola daerah kini menunggu kepastian pencairan dana pusat untuk mengaktifkan seluruh dapur yang sempat berhenti beroperasi sementara.
SuaraBatam.id - Sebanyak 77 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Riau (Kepri) akan kembali beroperasi secara bertahap.
Dibukanya kembali aktivitas SPPG tersebut setelah dana operasional cair pada pekan Ini.
Kepala Regional SPPG Kepri Anindita Ayu mengatakan penghentian sementara tersebut terjadi di sejumlah daerah, dengan jumlah terbanyak berada di Kota Batam.
"Memang ada yang berhenti operasional sementara karena belum ada pencairan dana. Per Kamis 11 Juni, total ada 77 SPPG yang tidak beroperasi sementara," ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan data SPPG Kepri, dari total 239 dapur MBG yang beroperasi di wilayah tersebut, sebanyak 53 dapur berada di Batam, tujuh di Tanjungpinang, 10 di Karimun, lima di Bintan, satu di Lingga, dan satu di Natuna, yang menghentikan kegiatan sementara.
Sementara di Kabupaten Kepulauan Anambas tidak terdapat dapur yang terdampak.
Jika dibandingkan dengan kondisi pada Rabu (10/6/2026), terjadi perubahan jumlah dapur yang terdampak di sejumlah daerah.
Saat itu tercatat 80 dapur yang berhenti, meliputi 53 dapur di Batam, lima di Tanjungpinang, 17 di Karimun, empat di Bintan, satu di Lingga, dan belum ada dapur yang berhenti operasional di Natuna.
Anindita mengatakan, pihaknya tidak dapat memastikan kapan seluruh dana operasional akan kembali dicairkan karena proses tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan di tingkat pusat.
"Untuk kepastian pencairan kami tidak bisa memastikan karena itu diurus oleh tim keuangan BGN (Badan Gizi Nasional) pusat. Kami di daerah menunggu," katanya.
Meski demikian, Anindita menyebut, sebagian dapur telah mulai menerima dana operasional tersebut pada pekan ini.
Dengan adanya pencairan tersebut, sejumlah dapur diperkirakan dapat kembali beroperasi pada awal pekan depan.
"Kemarin Rabu sudah ada yang menerima pencairan. Kemungkinan Senin pekan depan sudah ada yang kembali operasional," ujarnya.
Anindita menambahkan dapur yang telah menerima dana belum tentu bisa langsung beroperasi pada hari yang sama.
"Karena pemesanan bahan baku juga membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan secara mendadak," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dana Cair, 77 Dapur MBG di Kepri Beroperasi Bertahap
-
Kurir Narkoba Kedok Nelayan Edarkan Sabu dari Malaysia, Ditangkap di Karimun
-
BRI Mulai Buyback Fluktuatif 12 Juni 2026, Nilainya Capai Rp500 Miliar
-
Posko Pengaduan SPMB 2026 di Batam Resmi Dibuka
-
Dana Belum Cair, Puluhan SPPG di Batam Tutup Operasional