- Pemprov Kepri melakukan investigasi dugaan keracunan MBG di Anambas.
- Dinas Kesehatan sudah turun langsung ke Anambas guna mengecek kondisi korban.
- Sebelumnya, ratusan siswa diduga keracunan makanan yang diproduksi dapur SPPG.
SuaraBatam.id - Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) bersama Satgas MBG daerah melakukan investigasi terhadap dugaan ratusan siswa keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Anambas.
Tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri sudah turun langsung ke Anambas guna mengecek kondisi korban yang diduga keracunan MBG. Bahkan, dalam waktu dekat tim dari pusat juga akan turun ke wilayah perbatasan tersebut.
"Ada sekitar 155 korban/siswa, dan sebagian orangtua yang ikut menikmati MBG anaknya. Alhamdulillah, seluruh korban sudah ditangani dengan baik oleh tim medis," kata Kepala DKP2KH Kepri Rika Azmi melansir Antara, Senin (20/4/2026).
Kendati demikian, Rika belum dapat memastikan apakah para korban itu memang terdampak keracunan MBG atau bukan.
Pihaknya sudah mengambil sampel menu MBG di Anambas untuk diselidiki lebih lanjut di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Batam, kemudian dapat diketahui hasilnya.
"Untuk sementara, penyaluran MBG di Anambas dihentikan dulu, termasuk operasional dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG)-nya, sampai proses investigasi selesai," ujar Rika.
Terpisah, Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas Feri Oktavia menjelaskan kasus keracunan yang menimpa 155 warga di Kecamatan Siantan Tengah itu terjadi pada, Rabu (15/4).
Ratusan warga ini diduga keracunan makanan yang diproduksi oleh dapur SPPG Air Asuk di Kecamatan Siantan Tengah, yang berada di bawah naungan Yayasan Pangan Intan Permata.
Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Siantan dan Rumah Sakit Palmatak untuk mendapatkan penanganan medis. Terkini, kondisi para korban sudah mulai pulih dan beraktivitas seperti biasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Pukul, Tendang lalu Menyeret: Sadisnya Oknum Satpam Aniaya Karyawati di Bintan
-
Penganiayaan Brutal Karyawati Hotel di Bintan: Pelaku Pakai Sepatu Boots
-
Didampingi BRI, UMKM Brownies Ketan Sidoarjo Ekspor hingga Australia dan Turki
-
Gaji PPPK Pemkot Batam Aman, Tersedia hingga 2027
-
Menembus Wilayah Kepulauan, Mantri Perempuan BRI Perkuat Inklusi Keuangan di Sulawesi Tengah