- Polresta Barelang mengungkap kasus penipuan calo tiket kapal di Batam.
- Ketiga tersangka calo tiket punya peran berbeda-beda mengelabuhi korban.
- Kronologi bermula dari laporan terkait dugaan penipuan tiket di pelabuhan.
SuaraBatam.id - Polresta Barelang mengungkap kasus dugaan penipuan dengan modus percaloan tiket kapal di Pelabuhan ASDP RoRo Punggur, Kota Batam pada Sabtu 14 Maret 2026.
Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian mengatakan pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan penipuan di kawasan pelabuhan.
"Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim Satgas Gakkum Operasi Ketupat Seligi Polresta Barelang melalui proses penyelidikan hingga akhirnya kami mengamankan tiga orang yang diduga terlibat," kata Debby dikutip dari Antara, Senin (16/3/2026).
Korban berinisial E (23) bersama suaminya S (44) akan melakukan perjalanan dari Batam menuju Kuala Tungkal, Jambi, diduga menjadi korban penipuan setelah dijanjikan tiket kapal oleh pelaku.
Lalu, setelah menyerahkan uang kepada pelaku, korban tidak mendapatkan tiket fisik sebagaimana yang dijanjikan oleh pelaku.
Dari hasil penyelidikan itu, kepolisian menetapkan tiga orang tersangka yakni MY (47) yang berperan mencari korban dan menerima pembayaran, AM (43) yang merupakan petugas pengecekan tiket di dalam kapal, serta RY (33) yang bertugas di pintu masuk kapal.
Ketiganya diduga bekerja sama sehingga korban dapat masuk ke dalam kapal tanpa melalui mekanisme pembelian tiket resmi.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, aparat kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit telepon genggam serta uang tunai sebesar Rp900 ribu yang diduga merupakan hasil dari praktik penipuan tersebut.
Sementara Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengatakan penegakan hukum tersebut dilakukan oleh Satgas Gakkum Operasi Ketupat Seligi sebagai bagian dari pengawasan selama masa angkutan Lebaran.
"Tim penyidik melakukan pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana penipuan dengan modus percaloan yang dilakukan oleh satu oknum dari luar dan juga dua oknum dari pihak ASDP. Total ada tiga tersangka," kata Nona.
Ia menjelaskan korban sebelumnya diminta menyerahkan uang sebesar Rp500 ribu sementara itu, harga tiket resmi berada di kisaran Rp150 ribu.
Para tersangka kini dijerat dengan Pasal 494 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penipuan, dengan ancaman pidana denda kategori II dengan nilai maksimal Rp10 juta.
Polda Kepri juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar berhati-hati dan untuk membeli tiket melalui jalur resmi.
"Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan membeli tiket melalui jalur resmi. Jika mengalami kejadian serupa dapat menghubungi nomor call center Polri 110," tegas Nona. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
BRI Pastikan Seluruh Aktivitas Bisnis Dijalankan Transparan dan Hati-hati
-
Perkuat Ketahanan Ekonomi Purna PMI, BRI Peduli Gelar Pelatihan Wirausaha di Cirebon
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari