SuaraBatam.id - Badan Pusat Statistik mencatat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami deflasi sebesar 0,13 persen pada Juni 2021, dipicu penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,02 menjadi 104,88.
Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo mengatakan, dari dua kota IHK di daerah tersebut, tercatat Kota Batam mengalami deflasi sebesar 0,15 persen, dan Kota Tanjungpinang deflasi sebesar 0,02 persen.
Secara kumulatif hingga Juni 2021, katanya, Kepri sudah mengalami sebesar 0,19 persen.
"Sementara itu, laju inflasi Juni 2021 terhadap Juni 2020 sebesar 1,52 persen," kata Agus di Tanjungpinang, Senin (6/7/2021) kemarin.
Ia menjelaskan, deflasi yang terjadi di Kepri karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan turunnya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,37 persen; dan kelompok transportasi sebesar 0,89 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,15 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen.
Selanjutnya kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,84 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,06 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,47 persen.
"Kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan," ujarnya kepada Antara.
Beberapa komoditas yang memiliki andil/sumbangan dominan terhadap deflasi, antara lain cabai merah sebesar 0,11 persen, angkutan udara sebesar 0,11 persen, daging ayam ras sebesar 0,07 persen, ikan layang/ikan benggol sebesar 0,02 persen, sawi hijau sebesar 0,02 persen.
Baca Juga: Stok Vaksin COVID-19 Batam Menipis, Cukup Sampai Selasa Besok
Sementara komoditas yang memiliki andil/sumbangan dominan terhadap inflasi, antara lain, telur ayam ras sebesar 0,05 persen, ketimun sebesar 0,03 persen, kacang panjang sebesar 0,02 persen, bioskop sebesar 0,02 persen, emas perhiasan sebesar 0,02 persen.
Berita Terkait
-
Sebaran Corona Makin Parah, Vaksinasi Anak dan Remaja di Tanjungpinang Mulai Digelar
-
Kadinkes Kepri: Tes Corona Pertama Positif, Ya Tetap Positif Meski Tes Kedua Negatif
-
Lebih Cepat Dari Perkiraan, Vaksin Covid-19 di Batam Habis Hari Ini
-
Wabah Covid-19 Kian Meninggi, Dinkes Batam: Batam Memasuki Darurat Vaksin
-
Viral Diskotik Galaxy Batam Ramai Diduga Dugem Saat PPKM, Manajemen: Hanya Trial
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
BRI Gandeng GoPay, Tarik Tunai Kini Bisa Tanpa Kartu di 19.000 ATM
-
18 Ribu Penumpang Diprediksi Padati Bandara Batam di Puncak Arus Balik Hari Ini
-
BRI Salurkan Rp178,08 Triliun KUR, UMKM Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Jadi Inspirasi
-
Hingga Februari 2026, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun untuk Perumahan Nasional
-
Pria Hanyut Terseret Arus usai Terjun ke Laut dari Jembatan Barelang Batam