- Nelayan Anambas bernama Bachtiar ditemukan selamat di perairan Malaysia pada Kamis, 15 Oktober 2026.
- Kapal korban terombang-ambing hingga perairan Malaysia akibat kehabisan bahan bakar saat sedang melaut.
- Korban berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke Indonesia berkat kerja sama tim SAR kedua negara.
SuaraBatam.id - Seorang nelayan asal Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Bachtiar (61) akhirnya kembali dengan selamat setelah sempat terombang-ambing beberapa hari hingga perairan Malaysia.
Ia ditemukan di perairan Pulau Tioman, Pahang, Malaysia, pada Kamis (15/10/2026), setelah dilaporkan hilang kontak saat pergi melaut menggunakan kapal pompong miliknya.
Berdasarkan laporan yang diterima MRSC Kuantan, kapal sepanjang 25 kaki yang digunakan Bachtiar kehabisan bahan bakar.
Kondisi itu membuat kapalnya terombang-ambing hingga hanyut melewati perbatasan perairan Indonesia-Malaysia.
Setelah menerima laporan penemuan tersebut, Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan mengerahkan Bot PERKASA 46 untuk mengevakuasi Bachtiar ke Klinik Kesihatan Tekek.
Bachtiar menjalani pemeriksaan medis sebelum proses pemulangan ke Indonesia dilakukan pada Sabtu (17/10/2026).
Kepala BPPD Kepulauan Riau (Kepri) Doli Boniara, mengatakan koordinasi intensif dilakukan sejak informasi diterima hingga proses serah terima di perbatasan perairan kedua negara berlangsung lancar.
Proses pemindahan Bachtiar di tengah laut turut didukung KM Sebatik dari otoritas Malaysia dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna milik Basarnas.
Kolaborasi tersebut berperan penting untuk memastikan proses pemulangan berjalan aman.
Di balik keberhasilan penyelamatan ini, Doli mengingatkan para nelayan agar tidak mengabaikan persiapan keselamatan sebelum melaut, khususnya mereka yang beraktivitas di wilayah terluar dan perairan perbatasan.
"Kami mengimbau para nelayan agar selalu melengkapi kapal dengan alat komunikasi dasar seperti radio, perangkat navigasi, serta peralatan keselamatan yang memadai sebelum berlayar," kata Doli dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kondisi darurat dan mempercepat penanganan apabila terjadi insiden di laut
Sementara Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan terima kasih kepada otoritas Malaysia dan seluruh tim SAR yang terlibat dalam proses penyelamatan dan pemulangan tersebut.
Apresiasi secara khusus disampaikan kepada MRSC Kuantan dan Konsulat Republik Indonesia yang telah memberikan perawatan serta memfasilitasi pemulangan Bachtiar.
"Apresiasi setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada seluruh tim SAR gabungan dari Indonesia yang telah bekerja keras memastikan kepulangan Saudara Bachtiar," ujarnya.