- Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut yang mencapai 11.628 kasus pada Oktober 2026.
- Lonjakan kasus tersebut terjadi di tengah kondisi kabut asap yang berdampak serius pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
- Pemerintah menerapkan pembelajaran dari rumah, pemantauan kualitas udara, serta edukasi kesehatan sebagai langkah antisipasi penanganan dampak kabut asap.
SuaraBatam.id - Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Batam, Kepulauan Riau, terus meningkat dalam tiga bulan terakhir.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mencatat lonjakan kasus yang terjadi di tengah kondisi kabut asap.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batam, Meldasari, mengatakan laporan kasus ISPA pada Agustus 2026 mencapai 7.245 kasus.
Angka tersebut meningkat menjadi 9.400 kasus pada September dan kembali melonjak menjadi 11.628 kasus pada Oktober.
Peningkatan tersebut menjadi perhatian Dinkes Batam karena paparan asap dapat memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada kelompok masyarakat yang rentan.
"Bayi, balita, dan anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian karena sistem pernapasan dan paru-parunya masih berkembang. Selain itu, lansia, ibu hamil, penderita asma, penyakit paru kronis, penyakit jantung, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah berisiko mengalami dampak lebih serius," kata Meldasari, Selasa (3/11/2026).
Untuk melindungi anak usia sekolah, Dinkes Batam mengimbau orang tua dan pihak sekolah memantau informasi kualitas udara atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari sumber resmi sebelum anak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Sebagai langkah antisipasi kabut asap, pembelajaran dari rumah (BDR) di Batam sempat diberlakukan pada 16 September, 29 September, dan 7 Oktober 2026.
Meldasari menyebutkan, berdasarkan pemantauan mingguan, belum terlihat penurunan kasus ISPA yang signifikan sepanjang Oktober.
Kondisi tersebut tetap menjadi perhatian meskipun pembelajaran tatap muka kembali diterapkan pada 20 Oktober.
Sekolah juga diminta memastikan ruang kelas memiliki kualitas udara yang lebih bersih. Di antaranya dengan menutup jendela ketika asap masuk dari luar serta menggunakan penyaring udara yang sesuai apabila tersedia.
Dinkes Pantau Kasus ISPA dan Kesehatan Warga
Dinkes Batam terus memantau perkembangan kasus ISPA dan kondisi kesehatan masyarakat. Hasil pemantauan tersebut dievaluasi secara berkala untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
"Hasil pemantauan kami evaluasi secara berkala untuk menentukan tindak lanjut, termasuk penguatan pelayanan dan perlindungan kesehatan masyarakat sesuai perkembangan situasi," ujar Meldasari.
Upaya penanganan yang dilakukan meliputi sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya paparan asap serta udara tidak sehat.