- Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut yang mencapai 11.628 kasus pada Oktober 2026.
- Lonjakan kasus tersebut terjadi di tengah kondisi kabut asap yang berdampak serius pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
- Pemerintah menerapkan pembelajaran dari rumah, pemantauan kualitas udara, serta edukasi kesehatan sebagai langkah antisipasi penanganan dampak kabut asap.
Dinkes juga memantau kasus ISPA dan gangguan pernapasan serta memberikan penanganan kepada pasien sesuai kondisi klinis.
Masyarakat diimbau menggunakan masker dengan tepat apabila harus beraktivitas di luar ruangan. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan, terutama untuk melindungi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki penyakit penyerta.
Dinkes mengingatkan masyarakat agar mengenali gejala ISPA, seperti batuk, pilek, bersin, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, dan badan lemas.
Selain itu, paparan asap dapat menyebabkan mata merah atau perih dan tenggorokan kering. Kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada penderita asma.
Untuk menjaga kondisi tubuh, masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat dengan cukup selama kualitas udara belum membaik. (Antara)