Masuk Musim Kemarau, Natuna dan Anambas Mengalami Kekeringan

"Yang terjadi kekeringan permukaan tanah," ujar Ramlan.

Eko Faizin
Minggu, 25 Januari 2026 | 15:09 WIB
Masuk Musim Kemarau, Natuna dan Anambas Mengalami Kekeringan
ilustrasi - Masuk Musim Kemarau, Natuna dan Anambas Mengalami Kekeringan [pexels/Sebastian Timothy]
Baca 10 detik
  • BMKG deteksi dua kabupaten di Kepulauan Riau mengalami kekeringan.
  • Wilayah yang mengalami kekeringan yakni Kabupaten Natuna dan Anambas.
  • Dampak kekeringan tersebut bisa mengurangi ketersediaan air tanah.

SuaraBatam.id - Dua kabupaten yang ada di Kepulauan Riau (Kepri) terjadi mengalami kekeringan, berdasarkan citra satelit cuaca (Citra Himawari-9) yang diamati oleh BMKG di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Hang Nadim Batam Ramlan Djambak menyatakan wilayah yang mengalami kekeringan adalah Natuna dan Anambas.

“Saat ini memang untuk wilayah Kepri akan memasuki musim kemarau hingga awal Maret mendatang. Di beberapa wilayah, seperti Natuna dan Anambas, sudah mulai terjadi kekeringan,” kata Ramlan dikutip dari Antara, Sabtu (24/1/2026).

Dua kabupaten tersebut terpantau melalui peta Fire Dengeros Rating System (FDRS) berdasarkan pengukuran suhu, kelembapan, curah hujan, dan angin, yang terjadi di wilayah itu.

"Yang terjadi kekeringan permukaan tanah," ujar Ramlan.

Dia menyatakan, dampak dari kekeringan ini mengurangi ketersediaan air tanah, apalagi jika suatu wilayah hanya mengandalkan sumber air dari tadah hujan.

"Disamping itu kan ada juga wilayah yang mengandalkan sumber air baku dari waduk atau pengelolaan air tawa lainnya," ujarnya.

Ramlan menyebut informasi kondisi kekeringan ini telah dimonitor oleh BMKG yang ada di Natuna dan Tarempa dan sudah disampaikan ke pemerintah daerah masing-masing melalui rapat koordinasi.

Ketika ditanyakan kondisi lima kabupaten lainnya seperti apa dan kenapa baru Natuna serta Anambas yang terpantau kekeringan, Ramlan menjelaskan hal itu disebabkan oleh pola cuaca pada masing-masing wilayah berbeda, termasuk vegetasi atau tutupan lahan di wilayah berbeda-beda juga satu sama lainnya.

"Kekeringan di wilayah perkotaan dengan wilayah pedesaan memiliki dampak yang berbeda-beda juga," ucapnya.

Sementara itu terkait titik panas di wilayah Kepri, Ramlan menyebut titik panas di wilayah Kepri belum terpantau.

Namun pihaknya tetap mewaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan hingga awal Maret mendatang.

"Waspada terhadap kekeringan dan tidak melakukan pembakaran lahan saat kekeringan," tegasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini