- Seorang pria berinisial S ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jemaja, Anambas, pada Minggu pagi.
- Sebelum ditemukan tewas, korban sempat berselisih dengan istrinya yang kemudian pergi meninggalkan rumah.
- Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan saksi tanpa menyimpulkan penyebab kematian korban.
SuaraBatam.id - Seorang pria berinisial S (44) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya wilayah Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Personel Polsek Jemaja tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan awal.
Kapolsek Jemaja, Iptu Sutomo menyatakan identitas lengkap korban dan lokasi kejadian sengaja tidak dipublikasikan untuk menjaga privasi keluarga.
"Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur. Keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan medis menjadi bagian penting untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh," ujarnya dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com.
Dari keterangan awal yang dihimpun penyidik, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat terlibat perselisihan dengan istrinya.
Setelah pertengkaran itu, sang istri pergi meninggalkan rumah untuk menemui keluarga. Tak lama berselang, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam rumah.
Keluarga yang panik langsung meminta bantuan warga, hingga peristiwa itu dilaporkan ke kepolisian.
Selain mengamankan TKP, penyidik meminta keterangan sejumlah saksi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan medis.
Dari pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah tanda pada tubuh korban. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan apa pun.
Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan mencocokkannya dengan keterangan saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Misbachul Munir menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan humanis.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas, foto, maupun informasi pribadi keluarga korban secara berlebihan.
"Kami mengedepankan penanganan yang profesional, objektif dan humanis. Di tengah suasana duka, privasi keluarga harus tetap dihormati dan setiap informasi harus disampaikan secara bertanggung jawab," tegas Misbachul.
Kepada polisi, keluarga korban menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Mereka juga memastikan tidak akan menuntut pihak mana pun di kemudian hari.