- Seorang pria di Batam menjadi korban pengeroyokan debt collector.
- Penganiayaan bermula dari seorang wanita yang menggadaikan mobilnya.
- Korban yang curiga dengan kondisi mobil meminta uang ke perempuan itu.
SuaraBatam.id - Aksi penganiayaan sekelompok orang yang diduga debt collector terjadi di Kecamatan Batam Kota, Batam pada Selasa (28/4/2026) sore.
Peristiwa itu menimpa pria berinisial BM (34) di sekitar SPBU KDA. Korban BM mengaku dipukuli oleh sejumlah orang.
Pengeroyokan tersebut berawal ketika seorang perempuan bernama Sri Rahayu menggadaikan mobilnya kepada BM sebesar Rp18 juta pada 10 April 2026.
Namun, beberapa hari setelah mobil diterima, BM mulai mencurigai kondisi kendaraan tersebut.
"Mobil dia ini bermasalah, makanya aku minta uangku," ujarnya dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com, Selasa (28/4/2026) malam.
"Dia malah bawa debt collector untuk ambil mobil. Padahal saya cuma minta uang," tambahnya.
Menurut pengakuan BM, Sri Rahayu diduga kerap melakukan praktik serupa.
Ia menyebut Sri Rahayu sebagai 'pemain pegadaian' yang biasa menggadaikan mobil pinjaman, sewa, maupun mobil pribadi.
"Modusnya setelah gadai, dia bakal suruh debt collector ambil mobil di tempat gadai itu," kata BM.
BM menuturkan, dalam pengeroyokan itu ia dipukuli oleh sejumlah debt collector.
Korban pun telah menjalani visum dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batam Kota.
Kepolisian membenarkan telah menerima laporan penganiayaan dari korban. Kasus ini kini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.