Warga Disuntik Vaksin COVID-19 AstraZeneca Alami Pembekuan Darah Serius

BPOM telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin AstraZeneca.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 12 Maret 2021 | 09:27 WIB
Warga Disuntik Vaksin COVID-19 AstraZeneca Alami Pembekuan Darah Serius
Vaksin Covid-19 AstraZeneca. [Phil Noble/Pool/AFP]

SuaraBatam.id - Warga Eropa disuntik vaksin COVID-19 AstraZeneca alami pembekuan darah serius. Sehingga peredaran vaksin COVID-19 AstraZeneca

Sehingga Denmark memutuskan untuk tidak suntik warganya pakai vaksin covid-19 AstraZeneca. Penghentian sementara penggunaan vaksin buatan Inggris tersebut diberlakukan sampai dua pekan ke depan.

Pihak berwenang Denmark melansir, salah satu kasus penerima vaksin AstraZeneca telah meninggal dunia akibat pembekuan darah.

Sebelum Denmark menangguhkan pemakaian AstraZeneca, otoritas Austria lebih dulu menerapkan kebijakan yang sama karena terdapat kasus kematian akibat gangguan koagulasi atau pembekuan darah.

Baca Juga:Setahun Pandemi Covid-19 di Riau: Sudah 789 Meninggal karena Corona

Otoritas Austria menghentikan sementara penggunaan AstraZeneca setelah ada kasus kematian penerima vaksin tersebut, akibat koagulasi.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/3/2021), otoritas Denmark menghentikan sementara penggunaan AstraZeneca setelah terdapat laporan penerima vaksin tersebut mengalami pembekuan darah secara serius.

"Kami dan badan obat-obatan Denmark harus menanggapi laporan kemungkinan efek samping AstraZeneca yang serius, baik dari Denmark dan negara-negara Eropa lainnya," kata Direktur Otoritas Kesehatan Denmark Soren Brostrom.

Soren tak mengungkapkan jumlah laporan kasus pembekuan darah pada penerima vaksin AstraZeneca di Denmark.

Sejauh ini, 136.090 orang dari total 5,8 juta warga Denmark telah menerima suntikan vaksin AstraZeneca.

Baca Juga:Masuk Indonesia, Vaksinasi AstraZeneca Dihentikan di Denmark dan Norwegia

Selain AstraZeneca, negara Nordik itu juga menggunakan vaksin dari Pfizer-BioNTech dan Moderna.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini