SuaraBatam.id - Tidak ingin peristiwa ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon terjadi kembali. Ratusan ton amonium nitrat sitaan Kanwil Ditjen Bea Cukai Khusus Kepri di Karimun, Kepulauan Riau akhirnya dimusnahkan.
Tragedi ledakan di Beirut, Lebanon pada bulan Agustus lalu menewaskan ratusan orang dan ribuan lainnya luka-luka. Ledakan berasal dari 2.700 ton amonium nitrat yang tersimpan di sebuah gudang di pelabuhan tersebut.
Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Sudarwidadi menuturkan, penanganan amonium nitrat jadi perhatian tersendiri pasca insiden ledakan di Beirut, Lebanon, pada 4 Agustus 2020 yang lalu.
Hingga akhirnya pada Rabu (9/9/2020), 532,9 ton amonium nitrat yang tersimpan selama bertahun-tahun di gudang Bea dan Cukai dimusnahkan dengan cara direndam dalam air.
Baca Juga:Polemik soal Cadar di MTQ Sumut, Panitia: Ini Pelajaran Bagi Kita
Ratusan ton amonium nitrat barang bukti tersebut sempat dilelang. Hanya saja, terhalang dengan dua kendala, yaitu pembeli dan peraturan yang berlaku.
"Eksekusi dengan pelelangan tidak mudah dengan hambatan pembeli. Serta peraturan kapolri tentang perizinan pengamanan pengawasan bahan peledak komersial," ujar Kajati, melansir Batamnews (jaringan suara.com).
Sebelumnya, barang bukti berstatus sitaan negara itu, juga sempat mendapat solusi untuk dimanfaatkan menjadi keperluan bahan pertanian atau pupuk.