- Ratusan warga asing ditangkap di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Batam.
- Mereka diamankan karena diduga menjadi pelaku penipuan online (scammer).
- Dalam peristiwa itu, 5 bos judi online disebut kabur sebelum Imigrasi datang.
SuaraBatam.id - Ratusan warga negara asing (WNA) terduga pelaku penipuan online (scammer) ditangkap di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Batam beberapa hari lalu.
Kabar beredar, lima orang yang diduga sebagai bos jaringan judi online, love scamming, dan phishing e-commerce tersebut lebih dulu kabur sebelum petugas Imigrasi Batam datang ke lokasi.
Berdasarkan data yang dihimpun, lima orang itu terdiri dari 4 warga negara Tiongkok dan seorang warga negara Indonesia berinisial AL.
AL diduga menjadi salah satu pengendali aktivitas scamming di Batam. Ia disebut memiliki peran penting dalam jaringan yang mempekerjakan ratusan WNA di Apartemen Baloi View.
Melansir Batamnews--jaringan Suara.com, kelima orang ini disebut meninggalkan lokasi beberapa jam atau sehari sebelum operasi berlangsung.
Selain AL, empat WNA asal Tiongkok juga disebut memiliki peran sebagai pengatur dalam jaringan tersebut.
Mereka diduga memiliki hubungan bisnis dengan William Huang, WNA asal Tiongkok yang sebelumnya ditangkap FBI di Thailand.
Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari aparat terkait identitas lengkap para bos yang diduga kabur tersebut.
Kasus ini mencuat setelah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menggerebek Apartemen Baloi View, Jalan Gajah Mada, Baloi Indah, Lubuk Baja, Batam.
Dalam operasi itu, sekitar 210 WNA diamankan.
Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, mengatakan pihaknya telah mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan sejak pertengahan April 2026.
"Informasi intelijen adanya deteksi dini pada pertengahan April 2026 mengenai aktivitas mencurigakan dari sejumlah WNI yang tinggal di Apartemen Baloi View, Kota Batam," ujar Yuldi saat konferensi pers di Kantor Imigrasi Batam, Jumat (8/5/2026).
Meski begitu, Yuldi tidak merinci siapa saja WNI yang dimaksud. Ia juga belum menjelaskan peran mereka dalam aktivitas yang diduga berlangsung di apartemen tersebut.
Jaringan ini diduga bekerja secara rapi. Para WNA yang diamankan disebut berperan sebagai operator. Mereka diduga menjalankan aktivitas judi online, love scamming, hingga phishing e-commerce.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan Finance Asia, dari Best CEO hingga Best Bank
-
Pengguna Qlola Tembus 99 Ribu, BRI Perkuat Platform Digital bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset
-
Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli