Eko Faizin
Kamis, 07 Mei 2026 | 20:22 WIB
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad. [Antara]
Baca 10 detik
  • Pengawal pribadi Gubernur Kepri terseret kasus penggerebekan Apartemen Baloi View.
  • Pengawal Gubernur Kepri yang merupakan polisi disebut pernah mendampingi bos judol.
  • Namun, Diskominfotik Kepri membantah kabar anggota polisi itu terlibat aktivitas ilegal.

SuaraBatam.id - Pengawal pribadi Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, Brigadir BA turut terseret dalam kasus penggerebekan di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Batam.

Pengungkapan lokasi itu disebut-sebut sebagai markas judi online, love scamming, dan phishing e-commerce.

Brigadir BA diduga pernah mendampingi seorang pria bernama Alvin yang dikabarkan merupakan pengendali jaringan judi online tersebut.

Alvin merupakan warga Tanjungpinang disebut pernah beroperasi di Kamboja.

Berdasarkan penelusuran Batamnews--jaringan Suara.com, BA beberapa kali terlihat bersama Alvin. Saat itu, BA mengenakan pakaian sipil.

"Dia berpakaian sipil saat mengawal Alvin," kata seorang saksi mata.

Saksi itu juga menyebut BA membawa pistol saat mendampingi Alvin.

"Ada senjata api," katanya.

Kepala Diskominfotik Kepri, Hendri Kurniadi membenarkan BA merupakan anggota Polri. BA bertugas sebagai pengawal pribadi Gubernur Kepri untuk penugasan khusus di Batam.

Hendri menjelaskan BA bertugas dalam pengamanan tertutup terhadap pejabat di Kepri, terutama saat Gubernur Ansar Ahmad berada di Batam.

Namun, Hendri menyebut BA membantah terlibat dalam aktivitas ilegal. Termasuk dugaan mengawal Alvin atau aktivitas penukaran bitcoin di Batam.

“BA menyatakan tidak pernah melakukan kegiatan ilegal seperti yang disebutkan,” jelasnya, Kamis (7/5/2026).

Diketahui, nama Alvin mencuat setelah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menggerebek Apartemen Baloi View, Rabu (6/5/2026) pagi.

Petugas mengamankan 210 warga negara asing dari Vietnam, Myanmar, dan Tiongkok. Mereka diduga menjadi operator love scamming, judi online, dan phishing e-commerce.

Alvin sendiri belum berhasil diamankan.

Load More