Eko Faizin
Rabu, 06 Mei 2026 | 14:25 WIB
Kantor Imigrasi Batam [Batamnews]
Baca 10 detik
  • Ratusan WNA diamankan dalam penggerebekan di Apartemen Baloi View.
  • Seluruh warga asing yang diamankan dibawa ke Kantor Imigrasi Batam.
  • Pihak Imigrasi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

SuaraBatam.id - Ratusan warga negara asing (WNA) yang diamankan dalam penggerebekan di Apartemen Baloi View, Batam, Rabu (6/5/2026) pagi.

Kepala Kantor Imigrasi Batam Wahyu Eka Putra mengatakan hingga saat ini pihaknya belum merilis jumlah resmi WNA yang diamankan, meskipun diperkirakan ratusan orang.

"Angkanya sedang dihitung. Ratusan, tetapi belum ada angka resmi. Dari Imigrasi belum mengeluarkan angka resmi untuk WNA yang diamankan," ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (6/5/2026).

Wahyu menyampaikan seluruh warga asing yang diamankan telah dibawa ke Kantor Imigrasi Batam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya serta laporan intelijen masyarakat.

Terkait dugaan aktivitas ilegal yang dilakukan para WNA tersebut, Wahyu mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

"Untuk apa aktivitas yang mereka lakukan, sekarang masih kita dalami, jadi belum bisa dijawab," ujarnya.

Namun demikian, Wahyu mengakui terdapat indikasi mengarah pada praktik penipuan daring (scamming), meskipun hal tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Indikasi ke scamming itu ada, tetapi untuk pastinya masih harus didalami," katanya.

Ia menambahkan proses penanganan kasus ini melibatkan berbagai tahapan dan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan kepolisian.

"Koordinasi dengan kepolisian sangat baik dan sangat mendukung. Kami bersyukur sinergi dengan kepolisian di Batam berjalan baik," ujar Wahyu.

Saat ini, seluruh WNA masih berada di Kantor Imigrasi Batam dan menjalani pemeriksaan intensif.

Pihak Imigrasi memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses pendalaman selesai dilakukan.

Load More