- Kepala Imigrasi Batam dicopot menyusul dugaan pungli terhadap warga negara asing di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kepulauan Riau.
- Delapan oknum petugas Imigrasi sedang menjalani pemeriksaan intensif atas dugaan praktik pungli yang melibatkan anggota kepolisian Singapura.
- Pihak Ditjen Imigrasi melakukan penonaktifan pejabat terkait dan memblokir agen atau calo yang terlibat dalam kasus tersebut.
SuaraBatam.id - Kepala Imigrasi Kota Batam Hajar Aswad dicopot dari jabatannya menyusul kasus dugaan pungli yang dilakukan oknum anggotanya terhadap warga negara asing (WNA) di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kepulauan Riau (Kepri).
Informasi yang dihimpun, salah satu wisatawan yang diduga menjadi korban pungli diduga merupakan anggota kepolisian dari Singapura. Namun demikian informasi ini masih dalam proses konfirmasi.
Pihak Konsulat Singapura di Batam saat dikonfirmasi mengaku belum menerima informasi resmi terkait hal tersebut.
“Terkait hal ini kami belum ada informasi, saya coba konfirmasi terlebih dahulu ke atasan saya,” ujar Tari dari Konsulat Singapura di Batam, melansir Batamnews.co.id, 3 April 2026.
Diberitakan, penonaktifan Hajar Aswad dilakukan untuk mempermudah proses pemeriksaan yang saat ini masih berlangsung.
Kasubdit Patnal Ditjen Imigrasi, Washington Napitupulu, mengatakan selain kepala kantor, sejumlah petugas yang diduga terlibat juga telah ditarik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Dirjen Imigrasi sudah menarik sementara Kepala Kantor dan anggota yang terlibat untuk dilakukan pemeriksaan. Saat ini posisi Kepala Kantor diisi oleh Pelaksana Harian (PLH),” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa sedikitnya delapan orang petugas Imigrasi Batam telah diperiksa terkait dugaan pungli tersebut.
“Sudah ada delapan orang yang diperiksa,” ungkapnya.
Tak hanya melakukan pemeriksaan internal, pihak Imigrasi juga mengambil langkah tegas terhadap pihak eksternal yang diduga terlibat dalam praktik tersebut dengan memasukkan agen atau calo ke dalam daftar hitam.
“Untuk agen atau calo yang terlibat sudah kami blacklist. Jika nanti ada laporan dari korban, penanganannya bisa dilanjutkan ke pihak Kepolisian,” katanya.
Berita Terkait
-
Viral Diduga Pungli Jembatan Gantung di Tasikmalaya, Padahal Dibangun KemenPU
-
Dari Pungli hingga Iuran Mandiri, Korupsi Tingkat Desa yang Terus Dimaklumi
-
Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan
-
Terbukti Pungli dan Tipu Jemaah Badal Haji, Izin KBIHU Al-Fatah Dicabut!
-
KPK Sita Uang Jutaan Rupiah Diduga Hasil Pungli di BPN Bogor
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Polda Kepri Resmi Larang Personel Gunakan Rokok Elektrik
-
Kompensasi Blackout Cuma Rp6 Ribu-Rp12 Ribu, Tagihan Listrik Warga Batam Malah Naik
-
Mundur dari Polri, Sosok AKBP Netty Siagian Ternyata Pernah Kritik Seskab Teddy
-
KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi
-
AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan