- Kapal MV Golden Star 1 tenggelam di Selat Singapura, Jumat (5/6/2026) malam.
- KSOP Khusus Batam menyelamatkan 9 awak kapal yang membawa kontainer itu.
- Namun, sebanyak 107 kontainer yang dibawa bersama kapal hanyut berserakan.
SuaraBatam.id - Kapal MV Golden Star 1 tenggelam di wilayah Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka-Selat Singapura pada Jumat (5/6/2026) malam.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam menyelamatkan sembilan awak kapal sementara ratusan kontainer hanyut berserakan.
Kepala KSOP Khusus Batam M Takwim Masuku mengatakan pihaknya menerima informasi kondisi darurat yang dialami kapal tersebut sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung mengerahkan unsur patroli laut untuk melakukan operasi penyelamatan.
"Menindaklanjuti informasi tersebut, unsur patroli laut KSOP Khusus Batam dengan Kapal Negara KN P-376 segera bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan operasi penyelamatan terhadap awak kapal," kata Takwim dikutip dari Antara, Sabtu (6/6/2026).
Berdasarkan laporan awal, MV Golden Star 1 tenggelam di wilayah TSS Selat Malaka dan Selat Singapura bersama muatan sebanyak 107 kontainer.
Dalam operasi tersebut, seluruh awak kapal yang berjumlah sembilan orang berhasil dievakuasi oleh KN P-376 dalam kondisi selamat.
Setelah proses penyelamatan selesai, para awak kapal dibawa ke Dermaga Bintang 99, Batu Ampar, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Batam.
"Setelah itu, para korban diserahkan kepada Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polresta Barelang untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau," terang Takwim.
Selain melakukan evakuasi, KSOP Batam bersama instansi terkait juga melakukan sejumlah langkah penanganan.
"Kami melakukan pemantauan kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian, mengumpulkan data awal untuk keperluan investigasi, serta koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat tenggelamnya kapal beserta muatannya," ujar dia.
Sementara itu, Vessel Traffic Service (VTS) Batam turut menyiarkan peringatan navigasi secara berkala melalui kanal komunikasi maritim VHF Channel 16 guna menjaga keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian.
Takwim menegaskan keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.
Hingga kini, lanjutnya, penyebab tenggelamnya kapal maupun dampak lebih lanjut terhadap pelayaran dan lingkungan maritim masih dalam proses pendalaman oleh pihak terkait.
"KSOP Khusus Batam terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di wilayah perairan Batam dan sekitarnya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen