- Band Juicy Luicy asal Bandung mengalami masa sulit akibat batal tampil di festival musik Batam pada 12 September 2026.
- Penyelenggara gagal memenuhi kewajiban kesepakatan awal terkait pelunasan honor, tiket, penginapan, dan biaya bagasi tambahan.
- Juicy Luicy memutuskan batal berangkat ke Batam karena merasa terus dibohongi oleh pihak penyelenggara acara tersebut.
SuaraBatam.id - Band Juicy Luicy mengakui beberapa hari belakangan ini merupakan waktu yang berat buat band asal Kota Bandung itu, usai menjadi sorotan karena batal tampil dalam sebuah festival musik di kota Batam.
"Beberapa hari ini menjadi hari yang cukup berat buat kami, Juicy Luicy karena narasi dan fakta yang dengan mudahnya diputarbalikkan dan ditujukan kepada kami," bunyi klarifikasi band itu dalam laman instagram @juicyluicyband, Jumat (11/9/2026).
Juicy Luicy mengatakan pihaknya telah mengikuti alur atau tata cara yang sudah disepakati dengan pihak penyelenggara sedari awal.
Namun, menurut band itu, setelah menagih pelunasan sejak H-7 acara, pihaknya justru digantungkan atau tak diberi kejelasan.
"Proses yang sungguh melelahkan, setiap hari kami menagih pelunasan dan kepastian sejak h-7 acara, yang dimana seharusnya sudah diselesaikan. Kadang digantung, seringnya tidak dibalas, mungkin seharusnya kami kaku saja menerapkan pembatalan karena penyelenggara tidak kunjung melaksanakan kewajiban," tambah band.
Menurut mereka, kejadian itu merupakan persoalan yang jarang ditemui selama bertahun-tahun kerja sama dengan berbagai penyelenggara.
Band itu menambahkan, pelunasan honor akhirnya mereka dapatkan pada 18 jam sebelum keberangkatan ke Batam.
Namun, mereka mengeklaim saat itu tiket, kelengkapan dan bukti penginapan tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
Pihaknya juga hampir tiap jam menagih penyelenggara namun selalu mendapatkan jawaban "sebentar" atau semacamnya.
Dengan kondisi itu mereka memberikan ketegasan tidak akan berangkat bila tanpa kejelasan tiket, akhirnya penyelenggara pun memberikan tiket keberangkatan yakni pada pukul 22.26, namun tanpa melampirkan bukti penginapan dua malam, tiket kepulangan dan pre-paid bagasi ekstra, seperti tercantum pada riders yang menjadi sorotan.
Band menyebut penyelenggara kurang responsif soal biaya prepaid bagasi yang mencapai angka Rp44 juta, namun pada tengah malam, penyelenggara lantas memberikan penawaran sebesar Rp26 juta agar dapat berangkat dari Bandung menuju Soekarno-Hatta (Soetta).
Sementara sisa biaya bagasi dilunasi ketika rombongan itu tiba di Soetta.
"Lagi-lagi semua hanya janji semata, sesampainya di bandara penyelenggara bahkan belum melakukan transfer Rp26 juta yang dijanjikan," tambah band itu.
Rombongan Julian Kaisar akhirnya bergerak cepat menuju Bandara Soetta agar bagasi masuk paling lambat pukul empat pagi dan memprosesnya, dan mendapati biaya bagasi mencapai Rp64juta.
Dengan berbagai hal yang dialami, band tersebut memutuskan tidak ke Batam pada Sabtu (12/9).
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen