Eko Faizin
Sabtu, 12 September 2026 | 13:57 WIB
Potret Personil Band Juicy Luicy [instagram/@juicyluicyband]
Baca 10 detik
  • Band Juicy Luicy asal Bandung mengalami masa sulit akibat batal tampil di festival musik Batam pada 12 September 2026.
  • Penyelenggara gagal memenuhi kewajiban kesepakatan awal terkait pelunasan honor, tiket, penginapan, dan biaya bagasi tambahan.
  • Juicy Luicy memutuskan batal berangkat ke Batam karena merasa terus dibohongi oleh pihak penyelenggara acara tersebut.

SuaraBatam.id - Band Juicy Luicy mengakui beberapa hari belakangan ini merupakan waktu yang berat buat band asal Kota Bandung itu, usai menjadi sorotan karena batal tampil dalam sebuah festival musik di kota Batam.

"Beberapa hari ini menjadi hari yang cukup berat buat kami, Juicy Luicy karena narasi dan fakta yang dengan mudahnya diputarbalikkan dan ditujukan kepada kami," bunyi klarifikasi band itu dalam laman instagram @juicyluicyband, Jumat (11/9/2026).

Juicy Luicy mengatakan pihaknya telah mengikuti alur atau tata cara yang sudah disepakati dengan pihak penyelenggara sedari awal.

Namun, menurut band itu, setelah menagih pelunasan sejak H-7 acara, pihaknya justru digantungkan atau tak diberi kejelasan.

"Proses yang sungguh melelahkan, setiap hari kami menagih pelunasan dan kepastian sejak h-7 acara, yang dimana seharusnya sudah diselesaikan. Kadang digantung, seringnya tidak dibalas, mungkin seharusnya kami kaku saja menerapkan pembatalan karena penyelenggara tidak kunjung melaksanakan kewajiban," tambah band.

Menurut mereka, kejadian itu merupakan persoalan yang jarang ditemui selama bertahun-tahun kerja sama dengan berbagai penyelenggara.

Band itu menambahkan, pelunasan honor akhirnya mereka dapatkan pada 18 jam sebelum keberangkatan ke Batam.

Namun, mereka mengeklaim saat itu tiket, kelengkapan dan bukti penginapan tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Pihaknya juga hampir tiap jam menagih penyelenggara namun selalu mendapatkan jawaban "sebentar" atau semacamnya.

Dengan kondisi itu mereka memberikan ketegasan tidak akan berangkat bila tanpa kejelasan tiket, akhirnya penyelenggara pun memberikan tiket keberangkatan yakni pada pukul 22.26, namun tanpa melampirkan bukti penginapan dua malam, tiket kepulangan dan pre-paid bagasi ekstra, seperti tercantum pada riders yang menjadi sorotan.

Band menyebut penyelenggara kurang responsif soal biaya prepaid bagasi yang mencapai angka Rp44 juta, namun pada tengah malam, penyelenggara lantas memberikan penawaran sebesar Rp26 juta agar dapat berangkat dari Bandung menuju Soekarno-Hatta (Soetta).

Sementara sisa biaya bagasi dilunasi ketika rombongan itu tiba di Soetta.

"Lagi-lagi semua hanya janji semata, sesampainya di bandara penyelenggara bahkan belum melakukan transfer Rp26 juta yang dijanjikan," tambah band itu.

Rombongan Julian Kaisar akhirnya bergerak cepat menuju Bandara Soetta agar bagasi masuk paling lambat pukul empat pagi dan memprosesnya, dan mendapati biaya bagasi mencapai Rp64juta.

Dengan berbagai hal yang dialami, band tersebut memutuskan tidak ke Batam pada Sabtu (12/9).

Load More