SuaraBatam.id - Di tengah ketatnya tantangan ekonomi dan dorongan untuk meningkatkan inklusi keuangan di wilayah pedesaan Indonesia, peran nyata para tenaga pemasar mikro atau biasa disebut Mantri BRI menjadi semakin penting. Salah satu sosok yang konsisten mewujudkan nilai integritas dan pelayanan tulus tersebut adalah Dewi Natalia, seorang Mantri yang telah mengabdi selama 15 tahun bersama BRI, termasuk sekitar 14 tahun sebagai mantri dan saat ini bertugas di BRI Unit Natar, Kantor Cabang Teluk Betung, Kantor Wilayah Bandar Lampung.
Dalam kesehariannya, Dewi mengelola 380 debitur mikro aktif yang terus ia dampingi. Perjalanan pengabdiannya menjadi potret nyata bagaimana seorang Insan BRILiaN mampu menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus menjadi benteng perlindungan bagi masyarakat dari praktik keuangan yang merugikan.
Perjalanan Dewi dimulai pada Februari 2011, ketika ia pertama kali diterima bekerja di BRI sebagai Customer Service (CS). Dorongan kuat untuk memberikan dampak lebih besar serta kecintaan terhadap BRI membawanya untuk mendaftar sebagai Mantri pada tahun 2012.
“Saya bisa bilang bahwa perjalanan yang saya tempuh tidak mudah ya, termasuk harus mengikuti seleksi ketat di Palembang hingga dua kali percobaan. Akan tetapi, akhirnya saya berhasil membuktikan komitmen saya,” kenang Dewi.
Dewi bercerita bahwa tugas pertamanya sebagai Mantri dimulai di BRI Unit Sendang Agung, Lampung Tengah, yang masih merupakan kantor unit baru. Kala itu, ia pun harus aktif membangun basis nasabah dari pint uke pintu dan menemukan bahwa banyak pedagang pasar tradisional di wilayah tersebut masih belum akrab dengan layanan perbankan formal serta bergantung pada rentenir dengan bunga tinggi.
Melihat kondisi tersebut, Dewi pun terpanggil untuk membantu para pedagang. Secara konsisten, ia berbaur dan melakukan edukasi keuangan langsung kepada para pedagang. Perlahan namun pasti, Dewi memperkenalkan solusi pembiayaan mikro yang aman, transparan, dan terjangkau dari BRI.
"Saya masuk mengedukasi pedagang-pedagang pasar. Kita kasih pinjaman sehingga mereka terlepas dari rentenir itu. Bagi saya pribadi, ada rasa bangga yang luar biasa ketika melihat mereka yang awalnya kesulitan, kini bisa mandiri berkat akses perbankan yang layak,” sebutnya.
Langkah berani Dewi bukan tanpa hambatan. Keberhasilannya mengalihkan para pedagang dari rentenir ke layanan BRI sempat memicu kemarahan para rentenir lokal hingga menimbulkan situasi "perang dingin" di area pasar. Bahkan, salah seorang rentenir sempat membujuknya untuk melakukan kerja sama tidak resmi. Namun, Dewi menolak tawaran tersebut dengan tegas tersebut demi melindungi kepentingan para nasabah dan nama baik BRI.
“Bagi saya, bekerja sebagai Mantri BRI bukan sekadar profesi untuk mencari nafkah, melainkan sebuah panggilan jiwa yang telah menjadi bagian dari diri saya. BRI sudah menjadi darah daging bagi saya selama hampir 15 tahun ini," ujarnya.
Baca Juga: UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia
Komitmen inilah yang membuatnya tetap tegar menghadapi berbagai dinamika lapangan. Bagi Dewi, kunci dari ketahanan kerja belasan tahun ini adalah rasa syukur dan fokus pada tujuan untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga keluarga serta kemajuan nasabah.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa penguatan peran Mantri menjadi salah satu bentuk konsistensi BRI dalam menjaga kedekatan dengan segmen mikro dan UMKM.
“Mantri menjadi salah satu ujung tombak BRI dalam menjangkau pelaku usaha secara langsung. Kehadiran mereka membantu BRI memahami kebutuhan nasabah dengan lebih dekat sekaligus memastikan akses pembiayaan dan layanan keuangan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan usaha masyarakat,” ujar Dhanny. ***
Di tengah ketatnya tantangan ekonomi dan dorongan untuk meningkatkan inklusi keuangan di wilayah pedesaan Indonesia, peran nyata para tenaga pemasar mikro atau biasa disebut Mantri BRI menjadi semakin penting. Salah satu sosok yang konsisten mewujudkan nilai integritas dan pelayanan tulus tersebut adalah Dewi Natalia, seorang Mantri yang telah mengabdi selama 15 tahun bersama BRI, termasuk sekitar 14 tahun sebagai mantri dan saat ini bertugas di BRI Unit Natar, Kantor Cabang Teluk Betung, Kantor Wilayah Bandar Lampung.
Dalam kesehariannya, Dewi mengelola 380 debitur mikro aktif yang terus ia dampingi. Perjalanan pengabdiannya menjadi potret nyata bagaimana seorang Insan BRILiaN mampu menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus menjadi benteng perlindungan bagi masyarakat dari praktik keuangan yang merugikan.
Perjalanan Dewi dimulai pada Februari 2011, ketika ia pertama kali diterima bekerja di BRI sebagai Customer Service (CS). Dorongan kuat untuk memberikan dampak lebih besar serta kecintaan terhadap BRI membawanya untuk mendaftar sebagai Mantri pada tahun 2012.
Berita Terkait
-
UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia
-
Perkuat Layanan Digital Diaspora, BRImo Taiwan Sabet Apresiasi di IDX Anugerah Inovasi 2026
-
Jalan Berlumpur Tak Jadi Halangan, Kepala Unit BRI Sigambal Bantu UMKM Naik Kelas
-
Lewat Kinerja Triwulan II 2026, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun dan Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
BRImo Taiwan Resmi Hadir, BRI Perkuat Layanan Perbankan bagi PMI dan Diaspora
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen