SuaraBatam.id - Progres konstruksi pengembangan Container Yard dan Infrastruktur Pendukung di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau sudah mencapai 20 persen hingga November 2024. Proyek pelabuhan peti kemas, kerja sama PT Persero Batam dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) ini akan dibangun menjadi pelabuhan modern atau green port pertama di Indonesia.
"Kami berharap pelabuhan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam dan menjadi percontohan green port untuk daerah lainnya di Indonesia," kata Manajer Proyek Pembangunan Container Yard dan Infrastruktur Pendukung Terminal Peti Kemas Batu Ampar, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), Ahmad Fariz, 14 November 2024, di Batam.
Ahmad Fariz menjabarkan pengerjaan infrastruktur di proyek tersebut dibagi 3 zona. Sementara ini, kontruksi terfokus pada zona satu dan dua, zona tiga masih digunakan untuk operasional.
"Target kami pengerjaan selesai di Juli 2025 atau jangka waktu 15 bulan. Terminal ini diperkirakan memuat 400 ribu kontainer dan difasilitasi dengan 10 crane, alatnya akan dikirimkan sekitar bulan April," kata Ahmad melanjutkan.
Container Yard dan Infrastruktur Pendukung di Terminal dibangun seluas 9,8 ha dari total luas lahan 12 ha. Nilai proyek awal sebesar Rp360,48 miliar telah ditandatangi bersama pemilik proyek, PT Persero Batam dan Waskita, selaku pihak yang melaksanakan kontruksi dan desain proyek pada 6 Mei 2024.
"Setelah melihat kondisi lapangan ada penambahan nilai kontrak dari Rp360 miliar menjadi Rp361 miliar," kata dia.
Adapun beberapa fasilitas yang akan dibangun diterminal tersebut seperti Power-House 2, Gate In, Office Gate, Gate Out, Charging Station, Pump House, Workshop dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Ahmad Fariz melanjutkan untuk material konstruksi, proyek ini mendukung pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan menggunakan tenaga kontruksi lokal.
"Lebih dari 75 persen material bersumber dari dalam negeri sesuai peraturan pemerintah, seperti pasir didatangkan dari Pulau Singkep Kepulauan Riau. Sementara pekerja, berasal dari lokal Batam terutama untuk bagian non teknis, untuk kontruksi atau teknis kami datangkan dari luar Batam," kata dia.
Perluasan dermaga ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan container dari 550.000 TEUs/Tahun menjadi 900.000 TEUs/Tahun, memodernisasi pelabuhan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam.
Baca Juga: 16 Atlet Muaythai Batam Bertarung di Vitka Gym, Ajang Pemanasan Menuju Porkot 2024
"Nilai kontrak ini mencapai 21 persen proyek NKB yang diraih WSBP (per september 2024) yaitu Rp 1,73 T. Menyumbang lebih dari 50 persen proyek konstruksi yang sedang dikerjakan oleh WSBP per September 2024," ucapnya.
Alasan Pembangunan Container Yard di Terminal Peti Kemas Batuampar
General Manager Pengembangan PT Persero Batam, Fikri Amrullah Muryasani mengatakan pembangunan Container Yard dan Infrastruktur Pendukung di Terminal Peti Kemas Batu Ampar menjadi bagian master plan peningkatan kapasitas dan layanan pusat logistik di jalur pelayaran internasional.
Menurut data yang ia jabarkan, tren pertumbuhan peti kemas di terminal Batuampar meningkat dalam satu dekade terakhir.
"Pertumbuhan peti kemas kita dalam 10 tahun terakhir meningkat 9 persen, sementara rata-rata di Asia hanya 5,7. persen, jadi angkanya di atas itu. Sementara volume lalu lalang peti kemas kita di tahun 2023 sekitar 624ribu TEUs," kata Fikri.
Selain memperbaiki fasilitas dan membangun infrastruktur baru, Persero Batam berharap bisa meningkatkan konektivitas untuk kapal-kapal direct call ke Batuampar. Fikri menyebut sebanyak 20 pelabuhan di Asia terhubung dengan terminal peti kemas Batuampar.
Berita Terkait
-
16 Atlet Muaythai Batam Bertarung di Vitka Gym, Ajang Pemanasan Menuju Porkot 2024
-
Melestarikan Mangrove, Mengangkat Ekonomi: Perjuangan Gari di Kampung Tua Bakau Serip, Desa Binaan Astra
-
Bangkitkan Ekonomi Lokal: Desa Wisata Batam Menjadi Ikon Pariwisata di Era Jokowi
-
Jeju Air Buka Rute Incheon-Batam, 3 Kali Seminggu! Cek Jadwalnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar