"Awalnya saya mencari di internet, dan menemukan desa ini, saya jadi penasaran Kampung Tua itu seperti apa," ujar dia, Minggu, 29 Oktober 2024.
Sementara rombongan pesantren lainnya, Anita mengaku suka dengan konsep edukasi ekowisatanya. "Bagian yang menarik di sini adalah dekat pantai. Kita bisa menikmati pemandangan bakau dan laut, sekaligus. Dan jadi pengalaman baru, ini pertama kali saya melihat mangrove secara langsung, apalagi katanya ada yang berusia ratusan tahun," ujar dia.
Perjuangan Menjadi Berkah: Terpilih Jadi Kampung Binaan Astra
Setelah destinasi ekowisata mangrove berdiri, perjuangan Gari dan kelompoknya tentu saja belum berakhir. Gari konsisten dengan misi sadar lingkungan dan bersama-sama masyarakat menjaga hutan mangrove yang pada akhirnya melindungi kampung ini dari dampak krisis iklim.
Selain misi lingkungan, berkat perjuangan bersama itu juga berdampak secara ekonomi bagi warga kampung. Sayangnya, ketika sedang bersemangat menerima wisatawan, usaha mereka sempat terhenti karena pandemi. Secara pendapatan ikut terimbas.
Beruntung, pada akhir 2020, Kampung Tua Bakau Serip dipilih pemerintah menjadi lokasi penanaman mangrove lewat Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Sebanyak 25 warga terlibat dalam program tersebut. Kegiatan ini kembali memantik semangat, mereka bergerak melakukan penanaman bibit mangrove siang hingga malam hari di lahan seluas 15 ha.
"Di 2021 kami mencoba bangkit kembali menggerakkan ekowisata karena kunjungan wisatawan merosot drastis pascapandemi," ujarnya.
Berbuat dan terus berbuat, gagasan yang terus diucapkan Gari ketika menceritakan perjuangan membangun ekowisata mangrove. Kerja kerasnya akhirnya menjadi berkah ketika terpilih menjadi desa binaan Kampung Berseri Astra (KBA) 2023.
Menurutnya semua bermula dari terpilihnya Kampung Tua Bakau Serip menjadi pemenang III Desa Wisata kategori Suvenir dan masuk dalam daftar 50 Desa Wisata Terbaik versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Minggu (30/10/2022).
Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi Lokal: Desa Wisata Batam Menjadi Ikon Pariwisata di Era Jokowi
"Tahun 2021 kami sempat daftar ADWI tapi belum terpilih, kami berusaha terus memperbaiki kekurangan. Saya ikut pelatihan-pelatihan mencari tahu tentang apa itu ekowisata. Akhirnya setelah berbenah, ada kabar baik, kami terpilih jadi desa binaan Astra," ujar Gari.
Program yang Berdampak dan Berkelanjutan
Gari mengakui sejak Kampung Tua Bakau Serip menjadi desa binaan Astra, banyak program yang berdampak langsung kepada warga. Tidak hanya dari sektor wisata, tetapi juga dibidang lingkungan, kesehatan, pendidikan dan wirausaha.
"Semua program sangat berdampak, kampung kami semakin lebih baik, betul-betul membantu ya, banyaklah ilmu yang saya dapat. Namun dampak terbesarnya bukan di satu kampung ini saja, aksi ini telah membawa pengaruh di satu kelurahan," kata Gari bersemangat.
Gari kemudian merinci program-program yang telah berjalan di bawah binaan Astra. Mulai dari program kesehatan, mereka telah memberdayakan kader-kader kesehatan di kampung itu. Setiap sebulan sekali dilakukan pemeriksaan kesehatan dan yang paling rutin pemeriksaan kesehatan lansia.
Di program lingkungan, kegiatan berupa edukasi mangrove, tanam bakau, bersih-bersih pantai dan sebagainya. Bidang pendidikan, Astra memberikan bantuan dalam bentuk beasiswa kepada anak-anak kurang mampu di desa tersebut. " Ada sekitar 15 anak dari jenjang SD-SMA yang menerima bantuan beasiswa di kampung ini," kata Gari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ketua DPRD Kepri Kedapatan Pamer Naik Moge, GMNI Singgung Gaya Hidup Mewah
-
Ketua DPRD Kepri Asyik Kendarai Moge Tanpa Helm, Auto Kena Sentil Warganet
-
Pengawal Pribadi Gubernur Kepri Terseret Pengawalan Bos Judol, Polda Angkat Bicara
-
Penangkapan Ratusan Pelaku Scam di Baloi View Batam, 5 Bos Judol Kabur Duluan
-
210 WNA Pelaku Scam Dibekuk di Batam, Waspadai Perpindahan 'Alumni' Kamboja