SuaraBatam.id - Seorang ayah di Singapura dijatuhi hukuman 34 tahun penjara dan 12 kali cambukan rotan karena membunuh putrinya yang berusia lima tahun. Sang ayah juga menyiksa anak laki-lakinya selama hampir dua tahun.
Pria berusia 44 tahun itu juga terbukti melakukan pelecehan yang tidak manusiawi terhadap anak-anaknya, termasuk mengurung mereka di dalam toilet selama berbulan-bulan.
Korban, yang bernama Ayeesha, meninggal pada Agustus 2017 setelah ayahnya memukul wajahnya hingga 20 kali di toilet. Berat badannya hanya 13,2 kg saat kematiannya.
Baca juga:
Digagalkan, Tujuh PMI Ilegal Diselundupkan ke Malaysia dan Korea Selatan di Pulau Assan Karimun
Bersitegang dengan Polisi, Pria Singapura Selamat Usai Melompat dari Lantai 15
Pria yang pernah berlatih silat, taekwondo dan aikido ini akhirnya dihukum 34 tahun penjara dan 12 kali cambukan rotan. Hakim Aedit Abdullah mengatakan bahwa hukuman ini mencerminkan "kebencian dan rasa jijik masyarakat" terhadap tindakan terdakwa.
Laki-laki yang tak disebut namanya ini awalnya diadili atas tuduhan pembunuhan dan mengakui kesalahannya. Dia menangis ketika video-video yang menunjukkan dia memukul Ayeesha dan saudara laki-lakinya di rumah diperlihatkan kepada mereka yang hadir di pengadilan.
Pihak kejaksaan negara itu mengatakan akan meninjau kembali kasus yang menimpa ibu tiri Ayeesha, yang juga disebut sebagai terdakwa dalam dakwaan mengurung anak-anak itu di toilet. Wanita itu sebelumnya bersaksi sebagai saksi penuntut.
Berita Terkait
-
Bersitegang dengan Polisi, Pria Singapura Selamat Usai Melompat dari Lantai 15
-
Gara-gara Beri Permen ke Anak-anak, WN Singapura Nyaris Diamuk Massa di Batam, Kenapa?
-
Picu Kontroversi, Sekelompok Remaja Putri Singapura Pesta Liar dengan Pria Dewasa di Resort
-
Telantarkan 43 Kucing, Pria di Singapura di Penjara
-
Indonesia Kalah Jauh, Gaji Fresh Graduate di Singapura Jadi Rp50 Juta, Paling Tinggi di Bidang Ini
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak