M Nurhadi
Sabtu, 12 Desember 2020 | 06:48 WIB
Korban penikaman di Batam, mandor bangunan bernama Heru (35) tewas kena tikam di Bengkong, Jumat (11/12/2020) malam. (Foto: ist/Batamnews)

SuaraBatam.id - Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai mandor bernama Heru (35) tewas terkapar tak jauh dari Pertokoan dan Pasar Permata Sadai Jaya, Bengkong Sadai usai ditikam oleh anak buahnya.

Korban yang mengenakan celana panjang dan baju kemeja belang hijau dan topi biru tersebut terkapar tak bernyawa dengan luka tusukan di bagian perut.

Saat dievakuasi oleh polisi, korban bahkan masih mengenakan sepatu boot proyek. Di sampingnya juga terdapat sebuah alat ukur bangunan atau meteran.

Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto saat ditemui di TKP menjelaskan, berdasarkan keterangan warga di TKP, Heru terlibat perkelahian dengan anak buahnya tukang bangunan dalam sebuah pengerjaan proyek di lokasi itu.

“Masyarakat tersebut melihat korban melarikan diri dari lokasi, menuju ke arah pasar,” ujar Arie, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).

Namun, ia melanjutkan saat tengah berlari korban ternyata sudah mendapatkan luka tusukan yang diakibatkan perkelahian dengan pelaku yang saat ini masih dalam penyelidikan.

“Mereka bertengkar karena masalah gaji, korban ini adalah mandor yang bekerja di lokasi kejadian,” kata Arie.

Korban diketahui mendapatkan luka tusukan hingga robek dibagian perut sepanjang 15 cm, dan kedalaman sekitar 8 sampai 10 cm.

“Saat ini pelaku yang masih berinisial X sudah diketahui dan sedang dilakukan pendalaman,” ujar Arie lagi.

Baca Juga: Mobil "Terbang" Hantam Atap Dapur Rumahnya, Yati: Allah Sayang Sama Saya

Saat ini, korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari keterangan yang diperoleh dari sejumlah warga, Heru dan anak buahnya itu sedang dalam tahap pengerjaan proyek pembangunan ruko.

Load More