SuaraBatam.id - Penjemputan paksa jenazah pasien reaktif COVID-19 kembali terjadi. Kali ini keluarga pasien menggeruduk Rumah Sakit Umum Raden Mattaher (RSUD) Raden Mattaher Jambi pada Selasa (1/9/2020) lalu.
Melansir Batamnews (jaringan Suara.com), mereka adalah keluarga dari pasian berinisial IL warga Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Penjemputan paksa tersebut lantaran pihak keluarga merasa keberatan bila pasien yang berusia 6 tahun tersebut dimakamkan dengan protokol Covid-19, meski berstatus reaktif berdasarkan hasil rapid test.
Piahk keluarga menyebut, sudah sejak tahun 2016 IL menderita sakit seperti tumor di bagian kepala sehingga menurut mereka pasien tersebut mengalami gejala bukan karena COVID-19.
Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, dr Fery Kusnadi sebelumnya juga menyampaikan, pihak rumah sakit sempat dilakukan uji swab terhadap jenazah IL, dan hasilnya terkonfirmasi negatif.
“Hasil swab jenazah IL menunjukkan hasil negatif,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi, dr Dewi Lestari juga membenarkan fakta tersebut.
“Iya (hasilnya) negatif. Alhamdulillah, sebenarnya itu saja yang kita khawatirkan kalau hasilnya positif,” kata Dewi.
Baca Juga: Polisi Ungkap Sindikat Narkoba Dari Malaysia, Ribuan Gram Sabu Diamankan
Berita Terkait
-
Pindah ke Jambi demi Curi Motor, Pria Ini Jadi Bulan-bulanan Warga
-
Marak Penjemputan Jenazah COVID-19 di Batam, Polisi Bersiaga di RSUD
-
Polisi Persilakan Pihak RS Lapor Bila Ada Pasien COVID-19 Meninggal Dunia
-
Satu Orang Jadi Tersangka Jemput Paksa Jenazah Positif Corona di Batam
-
Kronologi Anak Siram Ibu Kandung Pakai Mendidih karena Ogah Dinasihati
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Pemkot Batam Soroti Izin Tempat Hiburan Jadi Lokasi Kasino yang Digerebek Bareskrim
-
Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Tawarkan Jasa Seks via MiChat, Wanita Batam Dihukum Setahun Penjara di Malaysia
-
Lantik 311 Pejabat Pemkot Batam, Amsakar Ingatkan Tak Ada Pungli dan ASN Malas