Sudah Masuk Batam, Kenali Gejala Khas Ini dari Cacar Monyet

Satu kasus cacar monyet ditemukan di Batam. Namun, baru-baru ini Dinas Kesehatan Kota Batam menyebut kemungkinan kasus lebih dari satu orang.

Eliza Gusmeri
Kamis, 16 November 2023 | 13:50 WIB
Sudah Masuk Batam, Kenali Gejala Khas Ini dari Cacar Monyet
Ilustrasi cacar monyet - gejala cacar monyet pada anak dan dewasa (pixabay)

SuaraBatam.id - Satu kasus cacar monyet ditemukan di Batam. Namun, baru-baru ini Dinas Kesehatan Kota Batam menyebut kemungkinan kasus lebih dari satu orang.

"Dugaan kita di Batam berdasarkan statistik penduduk dengan penduduk 1,2 juta orang, paling tidak dapat enam kasus sebenarnya. Dugaan potensi yang lain, karena yang terjangkit ini pasti sama yang sudah terkena. Data hitungan itu kita perbandingan dengan DKI Jakarta kan tidak mungkin satu kasus saja, pasti ada saling kontak," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, dilansir dari Antara, Rabu.

Pasien awal tersebut menyerang seorang pemuda berusia 23 tahun dan berkemungkinan ada yang tertular. Didi meminta masyarakat jangan berkontak langsung dengan terduga pasien cacar monyet.

Penularan cacar monyet bisa melalui proses perjalanan. Agar terhindar dari cacar monyet kenali gejala berikut

Gejala Cacar Monyet

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan gejala cacar monyet secara umum seperti cacar air. Namun bedanya, cacar monyet ini muncul paling banyak di bagian muka hingga telapak tangan dan telapak kaki penderita.

"Kalau cacar air biasa tidak sampai tangan dan kaki. Gejala lainnya seperti mengalami demam hingga pegal-pegal," jelasnya.

Didi mengatakan beberapa temuan kasus cacar monyet di Indonesia biasanya disertai dengan positif HIV. Namun untuk temuan di Batam pada satu pasien tersebut dinyatakan negatif HIV.

"Trennya banyak mengenai orang yang melakukan hubungan badan bisa sesama jenis, biseksual dan beda jenis. Biasanya dibarengi positif HIV, kebetulan temuan di Batam negatif HIV," katanya.

Baca Juga:Dinkes Sebut Perkiraan Warga Positif Cacar Monyet di Batam Lebih Dari Satu

Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Mochammad Bisri ada beberapa gejala khas cacar monyet, dimulai dari demam akut sampai tiga hari, ruam di wajah, pembesaran kelenjar getah benih hingga muncul benjolan berisi air atau nanah pada seluruh tubuh.

"Kalau sudah ada gejala seperti itu, harus segera dibawa ke dokter dan dilakukan pemeriksaan laboratorium," ujar Bisri.

Oleh karena itu, Bisri mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap cacar monyet, karena penyakit ini bisa menular melalui manusia bahkan hewan.

"Misalnya, dengan bersentuhan langsung," ujar Bisri.

Bisri turut meminta warga menjaga kesehatan supaya terhindar cacar monyet, seperti rajin menjaga kebersihan tangan dan memakai masker saat di tempat-tempat umum.

Baca Juga:Terungkap Dua Motif Pembunuhan Mantan Direktur RSUD Padang Sidempuan di Batam

Warga pun diimbau segera memeriksakan kesehatan diri ke dokter jika menemukan gejala seperti cacar air di keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini