Kasus Kekerasan Anak Tinggi di Bintan, DP3AP2KB: 30 Orang Jadi Korban

Kekerasan yang dialami anak-anak tersebut beragam. Mulai dari kekerasan secara fisik, penganiayaan emosional atau pengabaian terhadap anak hingga korban kekerasan seksual.

Eliza Gusmeri
Kamis, 25 Agustus 2022 | 17:17 WIB
Kasus Kekerasan Anak Tinggi di Bintan, DP3AP2KB: 30 Orang Jadi Korban
Ilustrasi kekerasan pada anak [shutterstock]

SuaraBatam.id - Kasus kekerasan terhadap anak di Bintan, Kepulauan Riau meningkat tahun ini. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bintan mencatat 23 kasus kekerasan yang telah ditangani dalam delapan bulan terakhir(Januari hingga Agustus 2022).

Kekerasan yang dialami anak-anak tersebut beragam. Mulai dari kekerasan secara fisik, penganiayaan emosional atau pengabaian terhadap anak hingga korban kekerasan seksual.

Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Bintan, Dewi Damayanti, mengatakan dari kasus yang ditangani, sebanyak 30 anak yang menjadi korban. Baik itu laki-laki maupun perempuan.

"Jadi selama 8 bulan itu sudah ada 30 korban. Mereka semuan anak-anak di bawah umur yang mengalami kekerasan termasuk seksual," ujar Dewi di Kantor Bupati Bintan, belum lama ini, dikutip dari Batamnews--jaringan suara.com.

Baca Juga:Video Seorang Ayah Belikan Meja Belajar Anak dari Koin yang Ditabung, Netizen: Bahagia Punya Ortu Begini

Tahun ini kasus kekerasan terhadap anak dikhawatirkan mengalami kenaikan. Sebab di tahun lalu dari Januari-Desember hanya 35 korban yang ditangani. Namun sekarang baru 8 bulan sudah ada 30 korban dalam kasus ini.

Kasus tersebut paling banyak disumbangkan Kecamatan Bintan Utara. Kemudian juga ada di Kecamatan Bintan Timur dan daerah lainnya. Sementara untuk pelakunya rata-rata merupakan orang terdekat dan sering berinteraksi dengan korban.

"Ada yang pelakunya ayah tiri, pacar dan orang sekitar korban seperti saudara ataupun kerabat," jelasnya.

Dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak ini, kata Dewi, DP3KB Bintan tidak bekerja sendiri. Namun bekerjasama dengan beberapa pihak selain kepolisian Diantaranya dari Dinas Sosial (Dinsos) yaitu Pekerja Sosial (Peksos) dan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Bersama instansi-instnsi tersebut dilakukan assesmen untuk memenuhi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang digunakan dalam keperluan persidangan.

Baca Juga:Anak Kecil Nangis Kejer Gegara Helm Pengendara Sepeda Motor Depannya, Bentuknya Nyeremin

"Kalau dari kita memberikan konseling psikologis. Sebab kita memiliki tenaga ahli di bidang psikolog. Maka korban akan selalu didampingi hingga proses kasusnya selesai," katanya.

Ditanya penyebab meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, Dewi mengaku pola asuh yang menjadi faktor utama dalam kasus tersebut. Dimana para orangtua membebaskan anak-anaknya menggunakan ponsel pintar atau gadget namun tanpa adanya pengawasan.

Akhirnya anak-anak membuka atau mengakses situs yang di luar umur mereka. Dampaknya situs itu mempengaruhi pola pikir dan perilaku mereka.

"Selama saya menangani kasus faktor utamanya itu anak-anak bebas menggunakan gadget. Mereka buka situs dewasa dan itu yang membuat mereka penasaran akhirnya terjadi yang tidak diinginkan," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini