facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Perahu Pancung dari Pulau Penyengat Mati Mesin di Tengah Laut, 15 Orang Penumpang Beruntung Diselamatkan SAR

Eliza Gusmeri Jum'at, 06 Mei 2022 | 14:53 WIB

Perahu Pancung dari Pulau Penyengat Mati Mesin di Tengah Laut, 15 Orang Penumpang Beruntung Diselamatkan SAR
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang menggunakan RIB (Rigit Inflatable Boat), mengevakuasi kapal pompong (Kapal Kayu) mati mesin dan terombang ambil di tengah laut, Jumat (6/5/2022) siang. (suara.com/istimewa)

Pompong tersebut hendak menuju Tanjungpinang, membawa sebanyak 15 penumpang.

Kasi Keselamatan Pelayaran Dishub Tanjungpinang Habib, mengatakan lonjakan penumpang yang menggunakan pompong dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat itu mulai sejak lebaran kedua.

“Pantau kami pada hari kedua lebaran pengunjung sudah sangat ramai, ada yang mau berlebaran ke tempat keluarga dan ada juga yang mau berwisata ke Penyengat," jelasnya.

Berdasarkan data harian, kata Habib, jumlah pengunjung yang dimulai dari hari kedua lebaran hingga saat ini, rata-rata mencapai 450 orang per hari. Sedangkan untuk jumlah pompong perharinya yang berangkat ada sebanyak 30 unit, dengan kapasitas penumpang 15 orang.

Ditempat yang sama, salah satu pengunjung Susi yang merupakan warga Kabupaten Bintan menyampaikan ke Pulau Penyengat bersama keluarga untuk berlibur. Karena kata Susi, sudah cukup lama tidak ke Pulau Penyengat, dana Sholat di Masjid Penyengat.

Baca Juga: Pemudik di Tanjungpinang Bergegas Vaksin Booster Biar Bisa Pulang Naik Kapal

"Karena moment lebaran ini, saya sempatkan liburan sama anak-anak, karena biasanya kami rutin kesini setiap tahunnya," ujarnya.

Sementara itu, warga Tanjungpinang, Delfi mengatakan bahwa dirinya bersama keluarga ke Penyengat untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara.

“Kami ada 6 orang untuk silaturahmi dengan keluarga, setiap lebaran,” katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait