facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kata Pengamat Maritim tentang Pembangunan Pelabuhan di Batam, Perlu Dibarengi dengan SDM Berkualitas

Eliza Gusmeri Jum'at, 28 Januari 2022 | 09:00 WIB

Kata Pengamat Maritim tentang Pembangunan Pelabuhan di Batam, Perlu Dibarengi dengan SDM Berkualitas
Ilustrasi pelabuhan (Pelindo I)

Berdasarkan rencana gambar dari Batam New International Port, area datar pelabuhan luasnya 94 hektare, akan ditambah luasnya melalui reklamasi yang mencapai 236 hektare.

SuaraBatam.id - Pemerintah berencana memperluas pelabuhan di Batam yang terletak di Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang.

Berdasarkan rencana gambar dari Batam New International Port, area datar pelabuhan luasnya 94 hektare, akan ditambah luasnya melalui reklamasi yang mencapai 236 hektare.

Pengamat Maritim Marcellus Hakeng Jayawibawa memberikan pandangan terkait pembangunan program Poros Maritim tersebut.

"Wacana pembangunan pelabuhan di Batam itu sesuai dengan program Indonesia menuju Poros Maritim Dunia yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi sendiri yang terdiri dari lima pilar di mana di dalam pilar yang ketiga menyebutkan komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim. Langkah yang dilakukan oleh Pemerintah ini sepatutnya mendapat apresiasi dari kalangan dunia maritim di Indonesia," kata dia, dikutip dari Wartaekonomi, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga: Varian Omicron Merebak di Batam dan Karimun, Warga Diminta Tak Panik

Pembangunan atau perluasan pelabuhan di Batam dirasa lebih tepat sasaran mengingat fakta sejarah, sejak dulu jalur pelayaran di Selat Malaka atau Selat Sumatera tersebut telah menjadi perlintasan kapal dari dunia.

"Jadi bisa dikatakan poros maritim dunia yang sesungguhnya sudah ada dan sudah terbentuk, yakni Selat Sumatera atau Selat Malaka," jelas Capt. Hakeng.

Dikatakan Hakeng lagi, "Namun, bukan berarti membangun pelabuhan di wilayah lain menjadi kurang penting. Hanya saja memang bila kita berbicara terkait jalur pelayaran kapal dunia, itu adanya di Selat Sumatera."

"Perkembangan pembangunan pelabuhan di Indonesia dapat dikatakan relatif baik karena dalam masa lima tahun belakangan ini, ada beberapa pembangunan pelabuhan baru dan perombakan pelabuhan lama. Hal itu membuat pertumbuhan terhadap kapasitas tampung pelabuhan di Indonesia khususnya untuk kegiatan penanganan kontainer relatif bertambah besar," imbuh Hakeng.

Pembangunan Pelabuhan Batam menjadi lebih besar diharapkan mampu bersaing dengan pelabuhan lain yang lebih dulu ada di Selat Sumatera seperti Port Klang, Singapura dan Tg Pelepas, Malaysia.

Baca Juga: Satu Warga Batam yang Suspek Omicron Sopir dari Rombongan Kerja Presiden Jokowi

Perkiraan Menko Marves, perluasan pelabuhan itu akan mampu menekan ongkos logistik di Indonesia yang saat ini 23% menjadi 17%.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait