facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Varian Omicron Merebak di Batam dan Karimun, Warga Diminta Tak Panik

Eliza Gusmeri Kamis, 27 Januari 2022 | 17:59 WIB

Varian Omicron Merebak di Batam dan Karimun, Warga Diminta Tak Panik
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Muhammad Bisri

Ia menegaskan, penanganan, pengobatan dan cara penghindaran paparan Omicron sama dengan varian yang beredar sebelumnya.

SuaraBatam.id - Varian omicron sudah terkonfirmasi masuk ke Kota Batam dan Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Namun, warga diminta untuk tidak panik dengan merebaknya virus tersebut.

"Masyarakat jangan dipusingkan masalah Omicron, sama saja ini dan masih COVID-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Muhammad Bisri, dikutip dari Antara, Kamis.

Ia menegaskan, penanganan, pengobatan dan cara penghindaran paparan Omicron sama dengan varian yang beredar sebelumnya.

Meski begitu, ia menyatakan masyarakat tetap harus waspada, menghindari diri dari risiko penularan.

Baca Juga: Omicron Melonjak, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Klaim Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi di Rumah Sakit Aman

"Masyarakat agar waspada, resah tidak ada gunanya, khawatir tidak ada gunanya, takut enggak ada gunanya. Yang berguna itu kalau kita waspada, mau menjaga diri hindari risiko penularan, itu baru ada gunanya," kata dia.

Berdasarkan data BTKLPP Batam, enam warga Kepri tertular COVID-19 varian Omicron, seorang di antaranya warga Karimun, lima orang warga yang lainnya berdomisili di Kota Batam, berdasarkan pemeriksaan PCR SGTF.

Ia mengatakan, warga Batam yang dinyatakan tertular Omicron di antaranya baru saja bepergian dari Jakarta. Dan ada pula yang tertular dengan transmisi lokal.

Namun, ia memastikan hingga kini belum ada klaster Omicron di Batam, karena warga yang terkonfirmasi positif itu terpisah-pisah.

Pihaknya kini memantau perkembangan penularan COVID-19 selama beberapa hari ke depan untuk mengetahui penyebaran Omicron di daerah perbatasan.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi: Jumlah Kasus Omicron Akan Naik dalam Waktu Singkat

"Apakah ini berkembang luas, ini yang kami amati. Jadi apakah menjadi klaster karena penularan cepat selama beberapa hari ke depan. kami tes, 'tracing'," kata dia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait