Nurhayati seorang korban asal Lombok mengaku bahwa awalnya tidak mengetahui bahwa kedatangannya ke Batam, akan dipekerjakan sebagai TKI ilegal ke Malaysia.
Awalnya, ia mengaku hanya ditawari oleh salah seorang agen pencari kerja di kampung halamannya.
"Dari kampung saya ikut dia sampai ke Surabaya dan sempat tinggal disana beberapa hari, sebelum saya dan beberapa teman lainnya berangkat ke Batam," tuturnya.
Nurhayati mengaku beruntung setelah polisi berhasil menemukannya di tengah laut saat hendak berangkat ke Malaysia.
Baca Juga:Heboh Kaki Pengunjung Pantai Galang Diserang Parasit, Ini Kata Dinkes Batam
Kembali mengingat malam itu, ia hanya bisa berpegangan pada sisi kapal, yang melaju kencang saat terjadi kejar-kejaran antara kapal yang ia tumpangi dengan petugas polisi.
Untuk diketahui, operasi penangkapan jaringan penyelundup TKI ilegal asal Batam ini dilakukan oleh jajaran Ditpolairud Polresta Barelang, setelah mendapat informasi dari masyarakat.
Saat melaksanakan patroli laut, petugas mendapati sebuat boat bermesin 30 PK merk Yamaha melintas di perairan Belakangpadang, dengan membawa beberapa penumpang.
Terjadi pengejaran oleh petugas hingga boat pembawa PMI itu menabrak hutan bakau.
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait
Baca Juga:Update: Kasus Kematian Covid-19 di Batam Bertambah, 1 Pasien Meninggal Dunia