Terkait travel bubble tersebut, tambahnya, Pemerintah Provinsi Kepri sudah cukup panjang melakukan pembahasan dengan Pemerintah Pusat dan institusi terkait.
Dan situasi pandemi Covid-19 di Kepri juga sudah jauh lebih baik, sehingga sudah waktunya dibuka kembali pintu-pintu pariwisata yang ada.
“Kita luruskan beritanya, Presiden sudah melakukan rapat terbatas dengan sejumlah Menteri di Jakarta. Bahkan sudah menyatakan, akan segera membuka pintu untuk Wisman, baik di Bali maupun di Kepri. Dan lebih detilnya nanti akan ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Daerah mana saja yang didahulukan,” kata Ansar lagi.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Kepri telah melakukan beberapa rapat internal bersama Menteri Perhubungan dan berbagai Kementerian dan Lembaga terkait, untuk mendiskusikan persiapan Kepri sebagai pilot project.
Baca Juga:Bandar Narkoba Bengkong Ditangkap, Polisi Sita Sabu dan Ekstasi Merek Kodok
Dan akan dibukanya jalur wisatawan mancanegara di Bali dan Kepulauan Riau.
“Dalam setiap pembahasan, tidak pernah ada pernyataan dari Provinsi Kepri yang membahas penundaan travel buble. Justru kita mendorong agar percepatan travel buble ini terwujud,” tegas Gubernur.
Selain itu, apabila Menteri Perhubungan meminta Pemprov Kepri segera menyiapkan pilot projek lain dalam menerima wisatawan mancanegara.
Maka usulan lain, adalah pembukaan jalur seperti Kawasan Bandara Hang Nadim Batam, Pelabuhan Nongsa Pura, dan juga Pelabuhan Internasional Batam Center, dan juga Pelabuhan Internasional Tanjungpinang.
“Kemarin, hasil bembicaraan kita bersama Menteri Perhubungan, beberapa titik jalur wisman yang rencana akan mulai dibuka selain Bintan adalah Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara Tanjungpinang, Nongsa, Bandar Bentan Telani, Pelabuhan Tanjungpinang, Harbourbay dan Batam Center,” kata Gubernur.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Kepri 11 Oktober 2021, Cerah Berawan
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait