Diduga Langgar Aturan, IOC Selidiki Gerakan Atlet AS Saunders Saat Berada di Podium

Sanders mengangkat tangannya dalam tanda X di atas kepalanya saat di podium, dinilai berpotensi melanggar aturan.

M Nurhadi
Senin, 02 Agustus 2021 | 12:47 WIB
Diduga Langgar Aturan, IOC Selidiki Gerakan Atlet AS Saunders Saat Berada di Podium
Logo Olimpiade Tokyo. [Andrej ISAKOVIC / AFP]

SuaraBatam.id - Komite Olimpiade Internasional (IOC) tengah menyelidiki sikap yang dilakukan atlet AS Raven Saunders saat peraih medali perak tolak peluru itu mengangkat tangannya dalam tanda X di atas kepalanya saat di podium, yang dinilai berpotensi melanggar aturan.

Juru bicara IOC Mark Adams kepada Reuters menyebut, saat ini sudah berkomunikasi dengan World Athletics, badan pengatur internasional untuk olahraga tersebut, dan Komite Olimpiade dan Paralimpiade Amerika Serikat.

Untuk diketahui, IOC bulan lalu melonggarkan aturan Rule 50, yang melarang atlet melakukan protes. Namun, saat ini mereka mungkin membuat gerakan di lapangan, asalkan tidak mengganggu jalannya pertandingan dan tetap menghormati sesama kompetitor.

Meski demikian, ancaman sanksi tetap ada jika ada protes yang dilakukan di podium saat upacara penyerahan medali.

Baca Juga:Momen Novak Djokovic Banting Raket sampai Remuk Usai Kalah di Olimpiade 2020

Saunders membuat gerakan di podium setelah mengambil medali Olimpiade perdananya, Minggu.

"Biarkan mereka mencoba dan mengambil medali ini," kata Saunders dalam unggahan media sosial Minggu malam.

"Saya berlari melintasi perbatasan meskipun saya tidak bisa berenang," tulisnya di Twitter, mengakhiri posting dengan emoji wajah dengan air mata tawa.

Isyaratnya tersebut untuk mendukung mereka yang tertindas, yang dia tunjukkan dengan mencuitkan ulang artikel di mana dia menjelaskan arti dari tanda X tersebut.

"Ini persimpangan di mana semua orang yang tertindas bertemu," kata Saunders seperti dikutip dalam artikel tersebut.

Baca Juga:Mengerikan! Dosen Universitas Indonesia Singgung Agama Atlet Olimpiade Anthony Ginting

Saunders berharap dapat terus menginspirasi dan memotivasi komunitas LGBTQ, Afrika Amerika, orang kulit hitam di seluruh dunia, dan mereka yang berjuang dengan kesehatan mental.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini