alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BP Batam Bangun Mega Proyek PLTS Raksasa Senilai Rp29 Trilyun, Sebagian Diekspor Singapura

M Nurhadi Sabtu, 24 Juli 2021 | 11:11 WIB

BP Batam Bangun Mega Proyek PLTS Raksasa Senilai Rp29 Trilyun, Sebagian Diekspor Singapura
Ilustrasi Floating photovoltaic system. (Batamnews)

Tenaga yang dihasilkan akan sangat besar. Bahkan daya yang dihasilkan rencananya akan diekspor ke Singapura sebagian.

SuaraBatam.id - Bekerja sama dengan SunSeap Group, BP Batam segera membangun Floating Photovoltaic System (FPV) yang terbesar di dunia dan sistem penyimpanan energi, Energy Storage System (ESS) di atas waduk Duriangkang.

Proyek pembangunan senilai Rp29 trilyun itu diharap mampu meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi di Batam serta berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Penandatanganan MoU sendiri sudah dilakukan secara virtual oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dengan Co-founder and CEO, SunSeap Group Pte. Ltd., Frank Phuan pada Senin lalu.

Untuk diketahui, SunSeap Group adalah sebuah perusahaan penyedia energi bersih terbesar di Singapura yang didirikan pada tahun 2011.

Baca Juga: Jabatan Kepala Ex Offico Kepala BP Batam Tuai Polemik, Anggota DPRD Ajak Evaluasi

"Meskipun dalam situasi pandemi Covid-19, invastasi di Kota Batam tetap tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau," kata Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

BP Batam akan mengawal proses dan implementasi investasinya sebagaimana yang sudah tercantum dalam perjanjian agar dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu. Pembangunan proyek ini juga diharap mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak.

"Lapangan pekerjaan akan tercipta nanti, sekitar 3.000 pekerja dibutuhkan, saya ingin pekerja lokal yang bekerjasa sesuai dengan kemampuan," ujar Rudi.

Rudi menjelaskan, SunSeap Group akan memasang panel surya di atas waduk dengan cara mengambang. Tenaga yang dihasilkan rencananya akan sangat besar. Bahkan daya yang dihasilkan direncakan akan diekspor ke Singapura sebagian. 

Alasannya karena panel itu akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dan berada di Batam.

Baca Juga: BP Batam Pastikan Pelabuhan Sandar Kapal Pelni Segera Dipindahkan

"Tahun ini akan dimulai, semua perizinan akan diurus terlebih dahulu serta kajian awal untuk implementasinya," ujar Rudi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait