alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Batam Antusias Vaksinasi, Ribuan Vaksin AstraZeneca Malah Tertahan

M Nurhadi Kamis, 17 Juni 2021 | 10:07 WIB

Warga Batam Antusias Vaksinasi, Ribuan Vaksin AstraZeneca Malah Tertahan
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

"Kita juga coba konfirmasi, namun kendala dan penyebabnya kita juga masih belum dapat keterangan yang jelas," kata Didi.

SuaraBatam.id - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2021, terkait pengadaan vaksin dan pelaksaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Covid-19 disambut warga Batam dengan antusias hingga minat untuk vaksinasi juga meningkat.

Ironisnya, antusias masyarakat ini tidak sebanding dengan stok vaksin yang saat ini dimiliki oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi menyebutkan, pihaknya sudah mengajukan dua ribu vial vaksin jenis AstraZeneca.

Namun, vaksin tersebut ini tidak bisa diambil walau secara resmi telah diajukan oleh Dinkes Provinsi Kepri dan telah mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: PKS Desak Pemerintah Masukan Vaksin Nusantara ke Konsorsium Riset Covid-19

Penyebabnya, ucap Didi, disebabkan pada Selasa (15/6/2021) malam, pihaknya mendapat pemberitahuan sebanyak dua ribu vial vaksin tidak dapat diambil sehingga tidak bisa digunakan oleh Pemerintah Kota Batam.

"Seharusnya kemarin udah bisa diambil, tapi terlalu sore dan masih ada stok yang tersisa walau tidak banyak. Akhirnya kami tunda dulu untuk diambil hari ini ke Kimia Farma. Tapi tiba-tiba kami dapat pemberitahuan kalau dua ribu vaksin itu tidak bisa diambil. Tadinya itu ditujukan bagi masyarakat yang baru saja akan di vaksin, atau dosis pertama," terangnya melalui sambungan telepon, Rabu (16/6/2021) sore.

Didi menambahkan, hingga kini pihaknya belum mendapat kepastian mengenai penyebab kendala pengambilan tambahan stok vaksin untuk masyarakat dalam vaksinasi masal yang masih berlangsung di GOR Tumenggung Abdul Jamal.

Didi mengakui awalnya mendapat pemberitahuan dari sistem Kementerian Kesehatan, dan kemudian dari pemberitahuan yang dilakukan oleh Dinkes Provinsi Kepri.

"Kita juga coba konfirmasi, namun kendala dan penyebabnya kita juga masih belum dapat keterangan yang jelas," tegasnya.

Baca Juga: Pulau Tolop Batam, Ziarah Ulama Kerajaan Samudera Pasai dan Keturunan Rasulullah

Diakui Didi, hal ini sempat menimbulkan kepanikan tenaga vaksinator dan tim medis yang bertugas di lokasi vaksinasi massal, serta petugas yang ada di Puskesmas.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait