alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nelayan Karimun Diperingatkan Hati-hati Melaut Ada Hujan Badai

Pebriansyah Ariefana Minggu, 18 April 2021 | 09:52 WIB

Nelayan Karimun Diperingatkan Hati-hati Melaut Ada Hujan Badai
Ilustrasi - Cuaca ekstrem . (ANTARA/Kornelis Kaha)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Abdullah Karimun memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi pada 1-2 hari ke depan.

SuaraBatam.id - Nelayan di Karimun diperingatkan hati-hati melaut karena cuaca lagi ekstrem. Cuaca ekstrem terjadi hampir di seluruh Kepulauan Riau, termasuk Kabupaten Karimun sejak Sabtu (17/4/2021) kemarin.

Hujan deras disertai angin kencang dan petir terjadi di Karimun sejak pukul 9.00 pagi tadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Abdullah Karimun memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi pada 1-2 hari ke depan.

Prakirawan Cuaca BMKG Raja Haji Abdullah Karimun, M. Tito Pradipta Putra mengatakan cuaca ekstrem terjadi karena terdapatnya belokan angin (shearline) yang mengakibatkan konvergensi udara.

Baca Juga: Titik Banjir di Kota Tanjungpinang Akibat Cuaca Ekstrem Siang Ini

"Konvergensi udara karena terjadinya belokan angin, sehingga awan-awan hujan mudah terbentuk," ujar Tito.

Data dari BMKG, diketahui untuk kecepatan angin 10-30 km/jam dari arah Barat Daya hingga Utara, dengan tinggi gelombang 0.5-0.75 m.

Anging kencang yang juga terjadi, akibat awan cumulonimbus yang terbentuk dari konvergensi hasil belokan angin tersebut.

"Potensi angin kencang, penyebabnya bukan belokan angin secara langsung, melainkan awan cumulonimbus yang terbentuk dari konvergensi hasil belokan angin tersebut,"

Kemudian, cuaca yang melanda juga dapat menyebabkan adanya potensi terjadinya angin puting beliung, atau juga fenomena puting beliung yang terjadi di laut.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Pesawat Garuda Indonesia Tak Bisa Mendarat di Tanjungpinang

"Ada potensi untuk angin puting beliung, tetapi tidak dapat diprakirakan secara tepat waktu dan tempatnya dikarenakan puting beliung cakupannya tidak terlalu besar," ucap Tito.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait