alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BMKG Ungkap Penyebab Suhu Udara di Batam Panas Banget

Pebriansyah Ariefana Selasa, 02 Maret 2021 | 13:57 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Suhu Udara di Batam Panas Banget
Situasi Kepulauan Riau (Antara)

Posisi matahari masih berada di belahan selatan dan mulai mendekati equator, sehingga penyinaran matahari ke bumi lebih maksimum.

SuaraBatam.id - BMKG ungkap penyebab suhu udara di Kepulauan Riau sangat panas dalam beberapa hari terakhir, termasuk di Kota Batam. Stasiun BMKG Tanjungpinang menyatakan posisi matahari yang mendekati equator (garis khatulistiwa) menjadi salah satu penyebab meningkatnya suhu udara di sebagian besar daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Miranda Putri Permatasari menjelaskan saat ini posisi matahari masih berada di belahan selatan dan mulai mendekati equator, sehingga penyinaran matahari ke bumi lebih maksimum.

"Sebagian besar wilayah Kepri berada di jalur equator," ujarnya, Selasa.

Hal ini menjadi salah satu faktor suhu udara di sebagian besar Kepri meningkat. Selain itu, suhu panas juga disebabkan curah hujan yang minim Kepri.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Bekasi Selasa 2 Maret 2021

"Dalam kondisi ini bentukan awan minim, mengakibatkan cahaya matahari lebih maksimum menyinari," ujarnya.

Miranda menjelaskan suhu udara rata-rata di sebagian besar wilayah Kepri saat ini mencapai 31,33 derajat celcius, lebih rendah jika dibanding pertengahan Februari 2021 yang bahkan mencapai 33 derajat celcius.

"Kondisi ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.

Dari pengamatan BMKG, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan baru akan terjadi pada pertengahan hingga akhir Maret 2021.

"Untuk itu kami mengimbau warga mewaspadai terjadinya kebakaran lahan dan hutan karena didukung angin kencang dan suhu panas," kata Miranda menegaskan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 2 Maret : Kota Bogor-Depok Siang Sampai Malam Hujan

Kendati demikian, dia menyatakan saat ini kecepatan angin sudah mulai mereda dibanding bulan Februari yang bahkan mencapai hingga 50 km/jam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait