- Seorang pria berinisial UM tewas di Kabupaten Karimun pada Sabtu, 25 Juli 2026, setelah diduga dianiaya di tempat hiburan malam.
- Korban yang berniat melerai perkelahian justru dipukul di kepala oleh oknum PM TNI yang merupakan temannya sendiri.
- Keluarga korban telah melaporkan insiden kematian tersebut secara resmi kepada pihak kepolisian di Polres Karimun.
SuaraBatam.id - Seorang laki-laki berinisial UM dilaporkan meninggal dunia usai diduga dianiaya di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Karimun, Sabtu (25/7/2026).
Korban yang diperkirakan berusia 30-an tahun itu disebut menerima pukulan di bagian belakang kepala hingga mengalami pendarahan.
Adik korban, Anita mengatakan kakaknya keluar rumah pada Jumat (24/7/2026) malam dalam kondisi sehat.
Namun, kata dia, sekitar pukul 03.30 WIB, keluarga mendapat kabar dari teman korban bahwa UM berada di rumah sakit.
"Jam 03.30 WIB teman UM datang ke rumah dan mengabarkan kalau abang saya ada di rumah sakit. Saat ditanya kenapa, temannya hanya bilang dipukul atau berkelahi," sebut Anita dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com.
Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Keluarga segera menuju Puskesmas Balai, namun sesampai di lokasi, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
"Setelah sampai di sana, abang saya sudah tertutup kain. Kami juga bertemu dengan orang yang diduga memukul abang saya. Dia meminta maaf dan kami meminta pertanggungjawaban," ujarnya.
Anita menyampaikan bahwa keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Polres Karimun.
Menurut informasi yang diterima, terduga pelaku merupakan oknum Polisi Militer (PM) TNI yang juga dikenal sebagai teman korban.
"Informasinya, abang saya ingin melerai perkelahian, tetapi malah dipukul," katanya.
Keluarga berharap kasus ini diusut secara transparan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kami minta kasus ini diusut sampai tuntas. Semalam abang kami masih sehat, sekarang sudah tidak bernyawa," ucap Anita dengan raut muka menahan tangis.
Hingga Sabtu pagi, sejumlah personel kepolisian, anggota TNI, dan warga masih terlihat berada di RSUD Muhammad Sani Karimun.