alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Varian Baru Covid-19 Disebut Kalahkan Pengobatan Plasma, Efektifkah Vaksin?

Dythia Novianty Senin, 25 Januari 2021 | 08:31 WIB

Varian Baru Covid-19 Disebut Kalahkan Pengobatan Plasma, Efektifkah Vaksin?
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Ilmuwan melihat varian baru Covid-19 dapat mengurangi keefektifan vaksin saat ini,

SuaraBatam.id - Penelitian terbaru mengungkap bahwa varian baru Covid-19 di Afrika Selatan, dapat menghindari antibodi, menggunakan plasma darah dari pasien yang telah pulih sebelumnya. Para ilmuwan memprediksi, hal ini dapat mengurangi keefektifan rangkaian vaksin yang ada.

Para peneliti berlomba memastikan apakah vaksin yang saat ini sedang diluncurkan di seluruh dunia, efektif melawan apa yang disebut varian 501Y.V2, yang diidentifikasi oleh ahli genomik Afrika Selatan akhir tahun lalu di Nelson Mandela Bay.

"Garis keturunan ini menunjukkan pelarian total dari tiga kelas antibodi monoklonal yang relevan secara terapi," terang tim ilmuwan dari tiga universitas Afrika Selatan yang bekerja dengan Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) menulis dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal bioRxiv.

"Lebih lanjut, 501Y.V2 menunjukkan pelarian yang substansial atau lengkap dari antibodi penawar dalam plasma pemulihan COVID-19," tulis mereka dilansir laman Channel News Asia, Senin (25/1/2021).

Baca Juga: Sembuh dari Covid-19, Dewi Perssik Siap Donor Plasma Darah

Kesimpulan mereka adalah menyoroti prospek infeksi ulang dan mungkin menandakan berkurangnya kemanjuran vaksin berbasis lonjakan saat ini. 

Varian 501Y.V2 adalah 50 persen lebih menular daripada yang sebelumnya, kata peneliti Afrika Selatan minggu ini. Ini telah menyebar ke setidaknya 20 negara sejak dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia pada akhir Desember.

Plasma darah yang sembuh dari pasien sebelumnya, belum terbukti efektif bila diberikan kepada pasien yang sakit parah yang memerlukan perawatan intensif untuk Covid-19, tetapi disetujui di beberapa negara sebagai tindakan darurat.

Ilmuwan dan politisi Inggris telah menyatakan keprihatinan bahwa vaksin yang saat ini sedang digunakan atau dalam pengembangan bisa jadi kurang efektif melawan varian tersebut.

Makalah itu mengatakan, masih harus dilihat seberapa efektif vaksin saat ini melawan 501Y.V2, yang hanya akan ditentukan oleh uji klinis skala besar.

Baca Juga: Bisa Kendalikan Covid-19, di Kota Ini Tak Wajib Pakai Masker di Ruangan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait