facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

50 Warga Sipil Dibunuh Kelompok Jihad di Lapangan Bola, Sebut Afiliasi ISIS

M Nurhadi Rabu, 11 November 2020 | 11:40 WIB

50 Warga Sipil Dibunuh Kelompok Jihad di Lapangan Bola, Sebut Afiliasi ISIS
Ilustrasi ISIS. (Suara.com/Ema Rohimah)

"Orang-orang bersenjata itu berteriak "Allahu Akbar", menembak, dan membakar rumah-rumah ketika mereka menggerebek desa Nanjaba pada Jumat malam..."

SuaraBatam.id - Beberapa tahun belakangan, kelompok jihad Negara Islam (ISIS) diklaim terlibat dalam pembantaian terhadap masyarakat sipil di Mozambik. Hal ini dilaporkan oleh sejumlah media setempat.

Bahkan, sebuah laporan menyebutkan, ada lebih dari 50 orang dipenggal dan dimutilasi oleh para jihadis di sebuah lapangan sepak bola di sebuah desa.

Paling baru, adalah serangkaian serangan brutal yang dilakukan para militan di provinsi yang kaya akan sumber daya alam, gas Cabo Delgado sejak 2017.

Dilaporkan, 2.000 orang telah tewas dan sekitar 430.000 orang kehilangan tempat tinggal dalam konflik di provinsi berpenduduk mayoritas Muslim itu.

Baca Juga: Jihadis Penggal 50 Orang Lebih di Mozambik, Eksekusi di Lapangan Sepak Bola

Jihadis tersebut memiliki hubungan dengan kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS), yang sekaligus menjadi pijakan bagi kelompok tersebut di bagian selatan benua Afrika.

Kelompok militan itu telah mengeksploitasi kemiskinan dan pengangguran setempat untuk merekrut pemuda masuk ke dalam gerakan perjuangan mereka yang bertujuan untuk menegakkan kepemimpinan Islam di wilayah itu.

Banyak penduduk setempat mengeluh bahwa mereka hanya mendapat sedikit keuntungan dari industri sumber daya alam, termasuk di antaranya batu rubi dan gas.

Wartawan BBC Jose Tembe melaporkan dari ibu kota Maputo dan mengatakan serangan baru-baru itu kemungkinan merupakan yang paling buruk dilakukan oleh kelompok militan.

"Banyak orang terkejut, dan mereka menyerukan resolusi damai atas konflik tersebut," kata Jose.

Baca Juga: Sadis! Lapangan Sepakbola Jadi Ajang Eksekusi Kelompok Jihadis Mozambik

"Orang-orang bersenjata itu berteriak "Allahu Akbar", menembak, dan membakar rumah-rumah ketika mereka menggerebek desa Nanjaba pada Jumat malam," demikian dilaporkan kantor berita milik negara, Mozambique News Agency, mengutip para korban selamat.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait