Dokter Ungkap Kaitan Risiko Kanker Pada Keluarga dengan Pola Hidup

Dokter mengungkap alasanya kanker bisa menyerang satu keluarga dengan pola hidup yang sama. Apa sebabnya?

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Senin, 05 Oktober 2020 | 21:09 WIB
Dokter Ungkap Kaitan Risiko Kanker Pada Keluarga dengan Pola Hidup
Ilustrasi kanker payudara. (Redorbit.com/Thinkstoc)

SuaraBatam.id - Dokter mengungkap alasanya kanker bisa menyerang satu keluarga dengan pola hidup yang sama. Apa sebabnya?

Menurut dokter spesialis gizi, dr. Fiastuti Witjaksono Sp.GK menjelaskan bahwa penyakit kanker sangat berkaitan dengan pola hidup yang tidak sehat.

"Kanker bukan penyakit menular. Kanker yang timbul dalam satu keluarga bukan karena penularan tetapi mungkin karena pola hidup yang sama," jelas Fiastuti dalam webinar Kanker Payudara 'Dukungan, Harapan, dan Cinta', baru-baru ini.

Ia menambahkan, sampai sekarang penyebab pasti kanker belum diketahui.

Baca Juga:Nyeri Payudara karena Haid dan Gejala Kanker, Bagaimana Cara Membedakannya?

Tetapi beberapa keadaan dapat menjadi faktor risiko timbulnya kanker.

Salah satunya adalah berlebihan dalam mengonsumsi gula.

Sebab makanan manis bisa memicu diabetes juga obesitas yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kanker.

Fiastuti menyarankan bahwa pola makan yang sehat dengan mengandung karbohidrat, protein, dan lemak baik.

Karbohidrat berupa nasi, kentang, dan roti. Protein dari ikan, telur, ayam, tahu, tempe, juga kacang-kacangan dengan asupan cukup sekitar 1,2 sampai 2 g/kg berat badan.

Baca Juga:Bisa Turunkan Risiko Berbagai Jenis Kanker, Yuk Konsumsi Wortel

Sementara lemak baik dari minyak sayur atau pun alpukat.

"Juga konsumsi sayur dan buah bervariasi setengah piring perkali makan. Dan cukupi cairan 6 hingga 8 gelas perhari," tuturnya.

Bila asupan makan melalui mulut kurang dari 60 persen dari kebutuhan selama 1 minggu, lanjutnya, bisa ditambahkan dengan oral nutrition suplemen (ONS).

Menurut Fiastuti, ONS bisa dipilih yang tinggi kalori, tinggi protein, atau pun lemak baik yang cukup.

Memperhatikan berat badan juga penting dilakukan, katanya.

Jika berat badan sudah normal dan tetap, artinya jumlah makanan sudah cukup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini