- Polresta Barelang menetapkan tiga tersangka dalam bentrokan berdarah akibat konflik lahan di Kota Batam pada Senin.
- Peristiwa kerusuhan tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia serta melukai tujuh korban lainnya di lokasi kejadian.
- Pihak kepolisian menyita barang bukti senapan angin dan tombak serta menjerat para tersangka dengan ancaman penjara.
SuaraBatam.id - Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bentrokan berdarah yang terjadi di Jalan Trans Barelang, Pulau Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam pada Senin (14/9/2026).
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono menyampaikan peristiwa tersebut dipicu konflik lahan yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan tujuh lainnya luka-luka.
"Terkait kejadian kemarin, kami menerbitkan dua laporan polisi. Laporan pertama fokus pada penganiayaan berat dan pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan dua tersangka. Sementara laporan kedua terkait penguasaan senjata tajam dan penghasutan dengan satu tersangka," ujar Kapolresta dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com, Selasa (15/9/2026).
Dari dua laporan polisi itu, penyidik Satreskrim Polresta Barelang melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi hingga menetapkan 3 tersangka.
Kronologi Bentrok Berujung Maut
Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Agung Tri Poerbowo mengungkapkan bentrokan yang bermula dari konflik lahan.
Kerusuhan tersebut terjadi antara kelompok warga atau LSM Lang Laut yang berada di lokasi yang menjaga area pembersihan lahan dengan sekelompok massa yang datang ke lokasi.
Massa tersebut datang menggunakan sekitar 20 mobil pada Senin sore. Setibanya di lokasi, mereka berupaya merusak pagar seng yang berada di area lahan.
Situasi pun memanas. Aksi saling lempar batu tak terhindarkan, lalu berlanjut dengan penggunaan senjata tajam dan senapan angin.
"Keributan ini merenggut dua korban jiwa berinisial MM (45) dan HW (46), serta melukai tujuh orang lainnya," jelas Agung.
Dari hasil penyidikan, polisi menetapkan RS (47) sebagai tersangka karena diduga menembak korban menggunakan senapan angin lebih dari delapan kali.
Tersangka kedua berinisial B (47). Ia diduga berperan membawa, mengokang, dan membidikkan senapan angin ke arah kelompok korban.
Sementara tersangka ketiga berinisial SH (44). Ia diduga membawa senjata tajam berupa tombak kayu nibung serta menghasut massa untuk melakukan penyerangan dan perlawanan.
Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu pucuk senapan angin Sun Vareta kaliber 4,5 milimeter warna hitam-hijau, satu pucuk senapan angin FX Airgun kaliber 4,5 milimeter warna hitam-biru, serta satu buah tombak kayu nibung.
Selain itu, polisi menyita satu baret hitam berlogo Lang Laut, satu helai kaus Lang Laut, serta satu unit ponsel yang berisi rekaman suara, percakapan WhatsApp, dan video terkait aksi para tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Linggis Ditangkap Terkait Bentrokan Berdarah Tewaskan 2 Orang di Batam
-
Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap
-
Kronologi Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam, Dua Orang Tewas
-
Indonesia Sports Industry of the Year 2026 untuk BRI, Komitmen Majukan Olahraga Indonesia
-
Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!