- Bentrokan berdarah akibat konflik lahan di Pulau Setokok, Batam, menewaskan dua orang pada Senin, 14 September 2026.
- Korban bernama Edi dan Heri meninggal dunia akibat luka tembakan pada bagian dada saat kerusuhan tersebut berlangsung.
- Polisi menangkap pria berinisial Linggis yang diduga membawa senjata untuk diperiksa keterlibatannya dalam penembakan.
SuaraBatam.id - Bentrokan berdarah dipicu konflik lahan menewaskan dua orang di Jalan Trans Barelang, Pulau Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam pada Senin (14/9/2026).
Polisi menangkap seorang pria yang dikenal dengan panggilan Linggis yang diduga sebagai pelaku penembakan dalam kerusuhan tersebut.
Sebelum bentrokan pecah, Linggis disebut terlihat berada di lokasi dengan menenteng senjata yang menyerupai senapan angin.
Senjata sejenis juga terlihat dibawa sejumlah orang saat berada di kawasan tersebut. Linggis kemudian diamankan polisi.
Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol Asep Safrudin sebelumnya membenarkan adanya korban jiwa. Menurutnya, dugaan awal bentrokan berkaitan dengan persoalan lahan.
"Kejadian itu sedang kami dalami, masyarakat percayakan kepada polisi untuk mengungkap kasus ini lebih dalam," katanya kepada Batamnews--jaringan Suara.com.
Penyidik kini mendalami dugaan keterlibatannya dalam penembakan terhadap korban.
Dua orang yang meninggal dalam bentrokan tersebut diketahui bernama Edi dan Heri.
Korban Edi mengalami luka yang diduga akibat tembakan pada bagian ulu hati, sedangkan Heri mengalami luka serupa pada dada sebelah kiri.
Dugaan sementara mengarah bahwa kedua korban terkena tembakan saat bentrokan berlangsung.
Namun, polisi masih harus memastikan siapa yang melepaskan tembakan, senjata yang digunakan, serta apakah Linggis merupakan orang yang menyebabkan luka fatal pada kedua korban.
Karena itu, keterlibatan Linggis dalam kematian Edi dan Heri belum dapat disimpulkan sebelum hasil penyidikan dan pemeriksaan barang bukti diperoleh.
Pernah Mengaku Tukang Tambal Ban
Sosok Linggis sendiri diketahui pernah mengaku bekerja sebagai tukang tambal ban.
Kini, pria tersebut harus berhadapan dengan penyidik setelah namanya dikaitkan dengan peristiwa berdarah di Setokok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV
-
Polda Kepri Mutasi Besar-besaran Jajarannya, Ada 475 Personel!
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur