- Dua anak pengusaha, Dody dan Junico, terlibat keributan di Grand Batam Mall pada Kamis, 16 Juli 2026.
- Dody melaporkan Junico ke Polsek Lubuk Baja atas dugaan penganiayaan setelah upaya mediasi kekeluargaan tidak membuahkan kesepakatan.
- Dody menuntut pemulihan nama baik pasca insiden yang viral di media sosial serta menyerahkan kasus ke jalur hukum.
SuaraBatam.id - Dua anak pengusaha terlibat keributan di kawasan Grand Batam Mall pada Kamis (16/7/2026). Mereka di antaranya pria bernama Dody dan Junico.
Dody merupakan anak pengusaha di Batam bernama Atek, sedangkan Junico juga anak seorang pengusaha, Kimeng.
Dody melaporkan Junico terkait dugaan tindak pidana penganiayaan ke Polsek Lubuk Baja pada Kamis (17/7/2026) malam. Junico juga berencana melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Keributan terjadi diduga akibat masalah pribadi keduanya soal hubungan dengan seorang perempuan yang menjadi mantan istri salah satunya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum laporan polisi dibuat, kedua belah pihak sempat mencoba menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
Namun, mengutip Batamnews--jaringan Suara.com, upaya mediasi tidak membuahkan kesepakatan sehingga kasus tersebut akhirnya ditempuh melalui jalur hukum.
Dody yang mengaku sebagai korban dugaan penganiayaan mengatakan dirinya meminta pemulihan nama baik setelah insiden tersebut menjadi perbincangan luas di media sosial.
"Saya sudah diviralkan. Saya hanya minta nama saya dibersihkan. Saya juga meminta ada permintaan maaf yang disampaikan melalui media sosial, tetapi tidak disetujui," ujar Dody, Jumat (17/7/2026) subuh.
Menurut Dody, saat kejadian dirinya sedang berada di Grand Batam Mall sambil berbicara melalui telepon. Ia mengaku kemudian didatangi oleh beberapa orang.
"Saya sedang berdiri sambil menelepon. Tiba-tiba mereka datang beramai-ramai. Saat saya bergerak, saya langsung didorong. Kejadiannya di tempat umum " katanya.
Dody juga mengungkapkan bahwa insiden serupa, menurut pengakuannya, pernah terjadi sebelumnya.
Namun, permasalahan saat itu diselesaikan secara damai setelah adanya permintaan maaf dari pihak yang bersangkutan.
"Yang pertama sudah saya maafkan karena mereka meminta maaf. Saya berharap tidak terulang lagi, tetapi sekarang terjadi lagi," ujarnya.
Ia menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan pribadi antara dirinya dengan pihak lain. Meski demikian, Dody memilih menyerahkan seluruh proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.
"Laporan polisi sudah saya buat. Saya juga sudah visum. Selanjutnya kami serahkan kepada proses hukum," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak
-
Pemukulan Siswa di Batam, Orang Tua Korban Ngaku Diintimidasi Lapor Polisi
-
Kick-off Perayaan HUT ke-131, BRI Kedepankan Semangat Ekonomi Kerakyatan
-
Gandeng Kemlu, BRI Dorong Investasi Global dan Perluas Akses UMKM ke Pasar Internasional
-
Bermula Monyet Masuk Gardu, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Blackout Batam