Eko Faizin
Rabu, 17 Juni 2026 | 20:40 WIB
Ilustrasi kebocoran data. [Pexel/Anete Lusina]
Baca 10 detik
  • Pemkot Batam mengimbau orang tua tetap mendaftar SPMB karena sistem pendaftaran saat ini dipastikan sudah kembali aman dan kondusif.
  • Diskominfo Batam bersama BSSN sedang menyelidiki dugaan kebocoran data dengan melacak jejak digital pelaku serangan siber tersebut.
  • Pemkot Batam menyurati instansi strategis agar meningkatkan verifikasi transaksi guna mencegah penyalahgunaan data calon siswa yang diduga sempat bocor.

SuaraBatam.id - Pemkot Batam meminta orangtua calon siswa, untuk tidak panik dan tetap melanjutkan proses pendaftaran terkait isu kebocoran data pada sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan menegaskan bahwa hingga saat ini sistem pendaftaran SPMB berjalan normal dan aman.

"Kita berharap orangtua siswa tidak gamang dan khawatir berlebihan. Teruskan saja pendaftaran anak-anaknya sembari kami menyelesaikan permasalahan ini," ujarnya melansir Batamnews--jaringan Suara.com, Rabu (17/6/2026).

Rudi menjelaskan, dugaan kebocoran data tersebut masih belum bisa dipastikan kebenarannya.

Pemkot Batam menduga tindakan itu dilakukan oleh orang terlatih. Karena itu, pihaknya langsung merespons dengan menerjunkan tim ahli.

"Jadi gini, itu kan masih dugaan, belum bisa dipastikan apakah data tersebut sudah diambil. Karena itu pekerjaan orang terlatih, jadi kita respon dengan orang terlatih juga. Kita punya tim terpadu, tim siber yang bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," jelas Rudi.

Sejak awal kejadian, Kominfo Batam yang memiliki akses langsung ke BSSN telah melakukan koordinasi cepat.

Tim terpadu kini tengah melacak alamat IP pelaku untuk mengetahui lokasi dan asal serangan, apakah dari luar Batam atau dari luar negeri.

Langkah mitigasi juga segera dilakukan bersama Dinas Pendidikan selaku pengelola SPMB. Rudi menyebut sempat tercatat 14 kali percobaan peretasan terhadap aplikasi tersebut, namun akhirnya berhasil ditangani.

Menyikapi kabar bocornya sekitar 1.400 data, Pemkot Batam bergerak cepat melakukan langkah preventif.

Rudi mengatakan pihaknya akan menyurati berbagai instansi strategis, seperti perbankan, dinas kependudukan, hingga kantor pajak, agar meningkatkan kewaspadaan.

"Kita dari Pemkot akan menyurati seluruh instansi yang berkaitan. Kita sampaikan bahwa data orang-orang ini sementara diduga telah diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika ada permintaan transaksi, permohonan informasi, atau usulan apa pun yang menghasilkan transaksi keuangan, instansi tersebut wajib melakukan verifikasi atau kroscek ulang langsung ke yang bersangkutan," tegasnya.

Rudi menambahkan, sistem keamanan data milik Pemkot Batam sebenarnya termasuk salah satu yang terbaik di Kepri.

Namun, tingginya intensitas lalu lintas data pada aplikasi SPMB selama musim pendaftaran menjadikannya sasaran gangguan siber.

Pemkot Batam memastikan sistem SPMB saat ini sudah kembali kondusif setelah dilakukan pembersihan dan penguatan keamanan.

Load More